KPU Pindahkan Tempat Debat agar Tidak Diskriminasi Media
Rabu, 11 Juni 2014 - 12:32 WIB
KPU Pindahkan Tempat Debat agar Tidak Diskriminasi Media
A
A
A
JAKARTA - Dalam debat capres dan cawapres sesi dua, Komisi Pemilihan Umum (KPU) memilih memindahkan lokasi debat dari tempat debat yang pertama. Pasalnya saat debat pertama yang dilaksanakan di Balai Sarbini Jakarta daya tampung ruangan hanya berkisar 500 undangan, sehingga banyak media yang tidak bisa menyaksikan acara tersebut.
"Untuk debat selanjutnya insyaallah media bisa masuk. Yang jelas kami mencari ruangan yang lebih besar," Ujar Komisioner KPU Arief Budiman kepada Sindonews di Gedung KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta, Rabu (11/6/2014).
Untuk debat yang kedua, Arief mengatakan, KPU sudah memilih Hotel Grand Melia, Jalan Rasuna Said Jakarta. Arief mengatakan dengan adanya perubahan diharapkan dapat menampung lebih banyak lagi undangan yang hadir.
"Dari segi ukuran iya lebih baik, tapi desain sebetulnya jauh lebih pas Balai Sarbini," ucap dia.
Arief mengatakan, KPU lebih menginginkan desain tempat duduk undangan pada debat capres-cawapres dengan model tribun agar semua undangan yang hadir dapat dengan mudah menyaksikan debat tersebut.
"Grand Melia jauh lebih besar tapi dia desainnya flat. Makanya kelemahan dan kelebihan ini yang harus kita cari solusinya. Kalau flat, desain panggungnya seperti apa, jadi pertimbangan kita," jelasnya.
Arief menambahkan, keputusan pemilihan lokasi debat bukan ditentukan oleh pihak stasiun TV host penyelenggara penyiaran debat capres-cawapres.
"Semua orang boleh kasih masukan tapi yang menentukan tempat adalah KPU. Karena debat ini yang menyelenggarakan kita, tapi KPU tidak punya TV makanya KPU bekerja sama dengan Stasiun TV," pungkasnya.
"Untuk debat selanjutnya insyaallah media bisa masuk. Yang jelas kami mencari ruangan yang lebih besar," Ujar Komisioner KPU Arief Budiman kepada Sindonews di Gedung KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta, Rabu (11/6/2014).
Untuk debat yang kedua, Arief mengatakan, KPU sudah memilih Hotel Grand Melia, Jalan Rasuna Said Jakarta. Arief mengatakan dengan adanya perubahan diharapkan dapat menampung lebih banyak lagi undangan yang hadir.
"Dari segi ukuran iya lebih baik, tapi desain sebetulnya jauh lebih pas Balai Sarbini," ucap dia.
Arief mengatakan, KPU lebih menginginkan desain tempat duduk undangan pada debat capres-cawapres dengan model tribun agar semua undangan yang hadir dapat dengan mudah menyaksikan debat tersebut.
"Grand Melia jauh lebih besar tapi dia desainnya flat. Makanya kelemahan dan kelebihan ini yang harus kita cari solusinya. Kalau flat, desain panggungnya seperti apa, jadi pertimbangan kita," jelasnya.
Arief menambahkan, keputusan pemilihan lokasi debat bukan ditentukan oleh pihak stasiun TV host penyelenggara penyiaran debat capres-cawapres.
"Semua orang boleh kasih masukan tapi yang menentukan tempat adalah KPU. Karena debat ini yang menyelenggarakan kita, tapi KPU tidak punya TV makanya KPU bekerja sama dengan Stasiun TV," pungkasnya.
(kri)