Ini Evaluasi Debat Capres untuk KPU

Selasa, 10 Juni 2014 - 12:46 WIB
Ini Evaluasi Debat Capres...
Ini Evaluasi Debat Capres untuk KPU
A A A
JAKARTA - Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) memberikan catatan pada debat capres dan cawapres sesi perdana yang telah dilaksanakan kemarin malam. JPPR memberikan enam catatan yang bisa digunakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk melakukan evaluasi.

JPPR meminta pada debat capres agar dilakukan secara konseptual. Sehingga, para kandidat bisa lebih fokus memberikan jawaban seperti yang tertuang dalam visi-misi yang ditawarkan dua pasang calon.

"Salah satunya menggunakan visi-misi dan program yang telah disampaikan ke KPU dan membacakan kembali di sesi pertama ini terutama visi dan misi yang berkaitan dengan topik yang dibahas," ujar peneliti JPPR Masykurudin Hafidz, di Jakarta, Selasa (10/6/2014).

Selain itu, pada debat kemarin malam lebih banyak memberikan porsi lebih kepada demokrasi, ketimbang program di bidang hukum. Sehingga, para kandidat terjebak pada demokrasi prosedural.

Sementara itu, pada sesi debat, panitia lebih banyak memberikan ruang kepada capres. Sedangkan, posisi cawapres hanya berfungsi sebagai pelengkap. Hal itu terlihat pada presentasi pasangan Prabowo-Hatta.

"Sementara Jokowi lebih berbagi dalam menjawab pertanyaan dengan Jusuf Kalla, baik dalam waktu maupun materi jawabannya," ungkapnya.

Dia melanjutkan, kesempatan yang diberikan kepada dua kandidat tak dimanfaatkan betul untuk menyampaikan program dan visi-misi. Baik pasangan Prabowo-Hatta maupun Jokowi-JK kerap melakukan pengulangan atas pertanyaan moderator.

Poin kelima, dalam catatan JPPR, fungsi moderator justru terjebak pada situasi dan kondisi di areal debat. Moderator dianggap membuang-buang waktu dengan berkali-kali mengingatkan audiens agar tidak gaduh dalam ruangan. Padahal, kata Masykur, di stasiun televisi masyarakat tidak terganggu dengan hal itu.

Terakhir, poin keenam yang harus menjadi evaluasi KPU adalah soal pertanyaan yang dibuat moderator terlalu panjang. Katanya, kerap pertanyaan yang disampaikan moderator terlalu melebar. Sehingga, membuat para kandidat sulit fokus memberikan jawaban.

"Pertanyaan dapat diawali dengan kasus-kasus kunci yang terjadi selama ini, sehingga masyarakat pemilih dan mengukur sejauhmana kualitas jawaban dan pemihakan kepada siapa dari jawaban tersebut," tambahnya.
(kri)
Berita Terkait
Jadwal dan Panggung...
Jadwal dan Panggung Debat Capres dan Cawapres 2024
Digelar 5 Kali, Berikut...
Digelar 5 Kali, Berikut Jadwal Debat Capres dan Cawapres 2024
Haedar Nashir: Debat...
Haedar Nashir: Debat Capres-Cawapres Jangan seperti Cerdas Cermat
Soal Debat Capres-Cawapres,...
Soal Debat Capres-Cawapres, Wapres: Capres Sendiri, Cawapres Sendiri
Debat Capres-Cawapres...
Debat Capres-Cawapres dan Capaian RPJMN Kesehatan
MK Tolak Gugatan Batas...
MK Tolak Gugatan Batas Usia Capres-Cawapres 35 Tahun
Berita Terkini
Dukung Naniek S Deyang...
Dukung Naniek S Deyang Pimpin BGN, Arus Bawah Prabowo Minta Program MBG Dibenahi
Wamenkum: 20 DIM RUU...
Wamenkum: 20 DIM RUU Polri Bakal Dibahas Bareng DPR
2 Pengusaha Divonis...
2 Pengusaha Divonis 1,5 Tahun Penjara, Kuasa Hukum: PT KEM Korban Sistem di Kemnaker
Silmy Karim Jadi Tersangka...
Silmy Karim Jadi Tersangka KPK, Mensesneg: Kita Perang Melawan Korupsi
Pertama Dalam Sejarah,...
Pertama Dalam Sejarah, Kemenag Lantik 15 Perempuan Jadi Kepala KUA
Tak Kaget Dadan dan...
Tak Kaget Dadan dan Silmy Terjerat Kasus Korupsi, Noel: Juni-Juli Banyak Pejabat Ditangkap KPK
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved