Capres Dinilai Masih Sibuk Respons Isu
Sabtu, 07 Juni 2014 - 08:39 WIB
Capres Dinilai Masih Sibuk Respons Isu
A
A
A
JAKARTA - Kedua calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) beserta tim pemenangannya dinilai belum maksimal dalam menjelaskan program kerjanya kepada publik jika terpilih nanti.
Kedua kubu capres dan cawapres dinilai masih fokus merespons isu yang dilempar oleh masing-masing kubu. "Kedua pihak masih sibuk memberikan reaksi terhadap isu di media sosial," kata Pengamat politik Arya Fernandes kepada Sindonews, Jumat 6 Juni 2014.
Menurut dia, seharusnya para capres dan cawapres lebih berusaha untuk memfokuskan diri untuk menjabarkan tentang visi misi dan program kerja kepada publik. Arya menilai hal itu lebih bermanfaat ketimbang sibuk merespons setiap isu yang muncul di media sosial.
"Konsentrasi capres terpecah oleh isu di media sosial. Fokus saja. Sebab masyarakat ingin mengetahui apa yang akan dilakukan capres pada lima tahun ke depan," katanya.
Isu seputar capres dan cawapres ramai di media sosial. Mulai dari isu yang mempertanyakan rekam jejak calon sampai yang sensitif seperti pemahaman calon tentang agama.
Dia mengatakan, hanya munculnya dua pasangan pada Pilpres 2014 yakni Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dan Joko Widodo-Jusuf Kalla membuat kontenstasi lebih ketat. Terbelahnya dukungan menjadi dua kelompok menjadi sesuatu yang tidak dapat terelakan.
Menurut Arya, yang harus dilakukan kedua pasangan capres saat ini adalah bagaimana menarik simpati pemilih mengambang. "Salah satu yang bisa mempengaruhi pemilih mengambang adalah kebijakan populis yang akan diambil kandidat," ujarnya.
Kedua kubu capres dan cawapres dinilai masih fokus merespons isu yang dilempar oleh masing-masing kubu. "Kedua pihak masih sibuk memberikan reaksi terhadap isu di media sosial," kata Pengamat politik Arya Fernandes kepada Sindonews, Jumat 6 Juni 2014.
Menurut dia, seharusnya para capres dan cawapres lebih berusaha untuk memfokuskan diri untuk menjabarkan tentang visi misi dan program kerja kepada publik. Arya menilai hal itu lebih bermanfaat ketimbang sibuk merespons setiap isu yang muncul di media sosial.
"Konsentrasi capres terpecah oleh isu di media sosial. Fokus saja. Sebab masyarakat ingin mengetahui apa yang akan dilakukan capres pada lima tahun ke depan," katanya.
Isu seputar capres dan cawapres ramai di media sosial. Mulai dari isu yang mempertanyakan rekam jejak calon sampai yang sensitif seperti pemahaman calon tentang agama.
Dia mengatakan, hanya munculnya dua pasangan pada Pilpres 2014 yakni Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dan Joko Widodo-Jusuf Kalla membuat kontenstasi lebih ketat. Terbelahnya dukungan menjadi dua kelompok menjadi sesuatu yang tidak dapat terelakan.
Menurut Arya, yang harus dilakukan kedua pasangan capres saat ini adalah bagaimana menarik simpati pemilih mengambang. "Salah satu yang bisa mempengaruhi pemilih mengambang adalah kebijakan populis yang akan diambil kandidat," ujarnya.
(dam)