Jokowi Diharapkan Tiru Sikap Hatta Penuhi Panggilan Bawaslu
Jum'at, 06 Juni 2014 - 17:16 WIB
Jokowi Diharapkan Tiru Sikap Hatta Penuhi Panggilan Bawaslu
A
A
A
JAKARTA - Calon Presiden (Capres) nomor urut 2 Joko Widodo sudah dua kali tidak memenuhi panggilan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) terkait dugaan pelanggaran kampanye. Maka Bawaslu diminta bersikap tegas terhadap sikap kurang kooperatif capres yang biasa disapa Jokowi itu.
Habiburrokhman selaku salah satu juru biacara Capres nomor urut 2 Prabowo Subianto-Hatta Rajasa menegaskan jika hingga batas waktu yang ditentukan Jokowi tidak mengindahkan panggilan Bawaslu dikhawatirkan ini menjadi preseden buruk bagi penegakkan hukum ke depan.
"Jika Bawaslu mentolerir arogansi Jokowi, maka di masa yang akan datang dapat dipastikan bahwa panggilan Bawaslu tidak akan dianggap oleh pihak-pihak yang dilaporkan telah melanggar aturan," ujar Habiburrokhman di Rumah Polonia, Jalan Cipinang Cempedak, Jakarta Timur, Jumat (6/6/2014).
Dia berharap Jokowi bisa mengikuti langkah Calon Wakil Presiden (cawapres) Hatta Rajasa yang menyempatkan diri hadir ke Bawaslu terkait dugaan pelanggaran kampanye yang dilakukannya.
"Prabowo-Hatta sadar bahwa sebagai pasangan capres dan cawapres mereka harus memberikan contoh yang baik kepada masyarakat untuk menghormati institusi negara seperti Bawaslu," imbuhnya.
Sebelumnya Bawaslu sudah memnaggil Jokowi hingga dua kali untuk dimintai keterangan terkait orasinya singkat di KPU untuk mengajak masyarakat memilih nomor urut 2. Namun dua kali pemanggilan itu Jokowi tak kunjung datang dan hanya mengutus tim hukumnya.
Panggilan juga sebelumnya dilakukan oleh Bawaslu terhadap Cawapres nomor urut 1 Hatta Rajasa terkait dugaan pelanggaran kampanye. Dalam pemanggilan itu Hatta Rajasa memenuhi panggilan Bawaslu.
Habiburrokhman selaku salah satu juru biacara Capres nomor urut 2 Prabowo Subianto-Hatta Rajasa menegaskan jika hingga batas waktu yang ditentukan Jokowi tidak mengindahkan panggilan Bawaslu dikhawatirkan ini menjadi preseden buruk bagi penegakkan hukum ke depan.
"Jika Bawaslu mentolerir arogansi Jokowi, maka di masa yang akan datang dapat dipastikan bahwa panggilan Bawaslu tidak akan dianggap oleh pihak-pihak yang dilaporkan telah melanggar aturan," ujar Habiburrokhman di Rumah Polonia, Jalan Cipinang Cempedak, Jakarta Timur, Jumat (6/6/2014).
Dia berharap Jokowi bisa mengikuti langkah Calon Wakil Presiden (cawapres) Hatta Rajasa yang menyempatkan diri hadir ke Bawaslu terkait dugaan pelanggaran kampanye yang dilakukannya.
"Prabowo-Hatta sadar bahwa sebagai pasangan capres dan cawapres mereka harus memberikan contoh yang baik kepada masyarakat untuk menghormati institusi negara seperti Bawaslu," imbuhnya.
Sebelumnya Bawaslu sudah memnaggil Jokowi hingga dua kali untuk dimintai keterangan terkait orasinya singkat di KPU untuk mengajak masyarakat memilih nomor urut 2. Namun dua kali pemanggilan itu Jokowi tak kunjung datang dan hanya mengutus tim hukumnya.
Panggilan juga sebelumnya dilakukan oleh Bawaslu terhadap Cawapres nomor urut 1 Hatta Rajasa terkait dugaan pelanggaran kampanye. Dalam pemanggilan itu Hatta Rajasa memenuhi panggilan Bawaslu.
(kur)