Tudingan Hendropriyono ke Prabowo Dinilai Tak Elok
Jum'at, 06 Juni 2014 - 14:13 WIB
Tudingan Hendropriyono ke Prabowo Dinilai Tak Elok
A
A
A
JAKARTA - AM Hendropriyono yang juga pengarah tim pemenangan pasangan Calon Presiden (Capres) nomor urut 2 Joko Widodo-Jusuf Kalla, diminta menghormati keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengenai hasil tes kesehatan Capres nomor urut 1 Prabowo Subianto.
Eggi Sujana selaku salah satu juru bicara pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa mengingatkan Hendropriyono tak sepantasnya menyatakan Prabowo Subianto memiliki gangguan kejiawaan.
"Mas Hendro telah melampaui dan menyampaikan hal yang tidak elok," ujar Eggi di Rumah Polonia, Jalan Cipinang Cempedak, Jakarta Timur, Jumat (6/6/2014).
Sebelumnya Hendropriyono mengaku telah mengenal Prabowo sejak masih aktif sebagai anggota TNI. Hendropriyono mengaku selalu menjadi atasan Prabowo semasa keduanya masih aktif sebagai anggota TNI.
Menurut mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) itu, setiap anggota TNI yang ingin naik pangkat harus menjalani tes prakesehatan perwira (prakeswa). Hasil tes tersebut menyatakan Prabowo mengalami gangguan kejiwaan. Atas pernyataannya ini, mantan Kepala BIN itu kemudian dilaporkan ke Mabes Polri.
"Ada pernyataan yang antara lain Prabowo Subianto itu psikopat, psikopat itu sedikit gila. Ini pernyataan yang sangat menyesatkan dan membahayakan," ujar Alfons Loemau selaku pelapor di Mabes Polri Jakarta Selatan, Rabu 4 Juni 2014.
Eggi Sujana selaku salah satu juru bicara pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa mengingatkan Hendropriyono tak sepantasnya menyatakan Prabowo Subianto memiliki gangguan kejiawaan.
"Mas Hendro telah melampaui dan menyampaikan hal yang tidak elok," ujar Eggi di Rumah Polonia, Jalan Cipinang Cempedak, Jakarta Timur, Jumat (6/6/2014).
Sebelumnya Hendropriyono mengaku telah mengenal Prabowo sejak masih aktif sebagai anggota TNI. Hendropriyono mengaku selalu menjadi atasan Prabowo semasa keduanya masih aktif sebagai anggota TNI.
Menurut mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) itu, setiap anggota TNI yang ingin naik pangkat harus menjalani tes prakesehatan perwira (prakeswa). Hasil tes tersebut menyatakan Prabowo mengalami gangguan kejiwaan. Atas pernyataannya ini, mantan Kepala BIN itu kemudian dilaporkan ke Mabes Polri.
"Ada pernyataan yang antara lain Prabowo Subianto itu psikopat, psikopat itu sedikit gila. Ini pernyataan yang sangat menyesatkan dan membahayakan," ujar Alfons Loemau selaku pelapor di Mabes Polri Jakarta Selatan, Rabu 4 Juni 2014.
(kur)