Pilih Menteri, KPK Minta Presiden Terpilih Lakukan Tes Integritas
Kamis, 05 Juni 2014 - 14:28 WIB
Pilih Menteri, KPK Minta Presiden Terpilih Lakukan Tes Integritas
A
A
A
JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta presiden terpilih nanti melakukan tes integritas kepada semua calon menteri dalam pemerintahannya. Tes integritas itu menurut KPK sangat penting.
"KPK mengharapkan adanya komitmen yang kuat dari capres dan cawapres untuk melakukan tes integritas dalam proses rekruitmen dan promosi di kementerian," kata Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto kepada wartawan saat dihubungi, Kamis (5/6/2014).
BW sapaan Bambang Widjojanto mengatakan, tes integritas mengantisipasi penempatan calon menteri yang tidak sesuai dengan kapasitasnya. "Menutup peluang munculnya kolusi dan nepotisme dalam menjalankan sistem kepemerintahan," tukas Bambang.
Dalam Pemilu Presiden tahun 2014 ini, ada dua pasangan calon yang akan berkompetisi, yakni calon presiden-calon wakil presiden Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dan calon presiden-calon wakil presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla.
Pasangan Prabowo-Hatta didukung enam partai politik, Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Partai Golongan Karya (Golkar), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan PBB.
Sementara pasangan Jokowi-JK didukung oleh PDI Perjuangan, Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), Partai NasDem, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan PKPI.
"KPK mengharapkan adanya komitmen yang kuat dari capres dan cawapres untuk melakukan tes integritas dalam proses rekruitmen dan promosi di kementerian," kata Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto kepada wartawan saat dihubungi, Kamis (5/6/2014).
BW sapaan Bambang Widjojanto mengatakan, tes integritas mengantisipasi penempatan calon menteri yang tidak sesuai dengan kapasitasnya. "Menutup peluang munculnya kolusi dan nepotisme dalam menjalankan sistem kepemerintahan," tukas Bambang.
Dalam Pemilu Presiden tahun 2014 ini, ada dua pasangan calon yang akan berkompetisi, yakni calon presiden-calon wakil presiden Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dan calon presiden-calon wakil presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla.
Pasangan Prabowo-Hatta didukung enam partai politik, Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Partai Golongan Karya (Golkar), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan PBB.
Sementara pasangan Jokowi-JK didukung oleh PDI Perjuangan, Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), Partai NasDem, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan PKPI.
(hyk)