Gerindra Bilang Wajar Hashim Merasa Dibohongi Jokowi
Selasa, 03 Juni 2014 - 15:37 WIB
Gerindra Bilang Wajar Hashim Merasa Dibohongi Jokowi
A
A
A
JAKARTA - Partai Gerindra dapat memahami latar belakang Hashim Djojohadikusuma mengungkap dirinya telah mengeluarkan uang hingga Rp52 miliar untuk memenangkan Joko Widodo sebagai Gubernur DKI Jakarta.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Gerindra Fadli Zon mengatakan ungkapan Hashim itu di dasari kekecewaannya terhadap Joko Widodo. Menurutnya, Hashim merasa telah dibohongi pria yang biasa disapa Jokowi itu, karena tidak menepati janjinya menjalan tugas sebagai Gubernur DKI Jakarta hingga selesai.
"Ternyata Jokowi tidak menunaikan janjinya untuk membereskan Jakarta, padahal ada harapan besar bahwa kita mendukung Jokowi saat itu untuk benahi Jakarta selama lima tahun dan itu merupakan janji Jokowi sendiri," ujar Fadli di Rumah Polonia, Jalan Cipinang Cempedak, Jakarta Timur (2/6/2014).
Fadli menambahkan, hubungan Hashim dengan Jokowi sebenarnya sangat dekat. Hal ini juga mendasari Hashim mendukung Jokowi dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta 2012 lalu.
"Hashim membantu juga kampanye pada waktu itu, kalau sekarang merasa dibohongi dan ngomong seperti itu tidak masalah," tandasnya.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Gerindra Fadli Zon mengatakan ungkapan Hashim itu di dasari kekecewaannya terhadap Joko Widodo. Menurutnya, Hashim merasa telah dibohongi pria yang biasa disapa Jokowi itu, karena tidak menepati janjinya menjalan tugas sebagai Gubernur DKI Jakarta hingga selesai.
"Ternyata Jokowi tidak menunaikan janjinya untuk membereskan Jakarta, padahal ada harapan besar bahwa kita mendukung Jokowi saat itu untuk benahi Jakarta selama lima tahun dan itu merupakan janji Jokowi sendiri," ujar Fadli di Rumah Polonia, Jalan Cipinang Cempedak, Jakarta Timur (2/6/2014).
Fadli menambahkan, hubungan Hashim dengan Jokowi sebenarnya sangat dekat. Hal ini juga mendasari Hashim mendukung Jokowi dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta 2012 lalu.
"Hashim membantu juga kampanye pada waktu itu, kalau sekarang merasa dibohongi dan ngomong seperti itu tidak masalah," tandasnya.
(kur)