Mahfud MD: Sama-sama Ada Koruptor di Dua Kubu Capres
Selasa, 03 Juni 2014 - 13:27 WIB
Mahfud MD: Sama-sama Ada Koruptor di Dua Kubu Capres
A
A
A
JAKARTA - Koalisi Merah Putih tidak mengkhawatirkan bergabungnya Partai Demokrat akan berpengaruh negatif terhadap pencalonan Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014. Partai Demokrat mendapatkan stigma negatif setelah banyak kader-kadernya terjerat kasus korupsi.
Ketua Tim Pemenangan Prabowo-Hatta, Mahfud MD, mengatakan dukungan Partai Demokrat merupakan suatu persoalan yang tidak dapat dicampuradukkan dengan kasus korupsi. Lagipula, di kedua barisan pasangan capres-cawapres yang akan bertarung di Pilpres 2014 sama-sama terdapat koruptor.
"Kan sama-sama ada koruptornya di kedua barisan. Pelanggar HAM dan koruptornya di sana juga ada. Yang berpotensi dikorupsi juga ada. Memang sekarang ini negara sedang susah, lagi tidak beres. Oleh sebab itu harus memilih pemimpin yang benar. Itulah yang kami tawarkan," ujar Mahfud kepada wartawan di Rumah Polonia, Jakarta Timur, Selasa (3/6/2014).
Terkait isu-isu korupsi dan pelanggaran HAM yang selama ini beredar, Mahfud mengatakan sebaiknya hal tersebut diserahkan kepada masyarakat. "Di dua kubu sama-sama ada. Tinggal rakyat yang menilai, mana yang lebih banyak baiknya," pungkas Mahfud.
Ketua Tim Pemenangan Prabowo-Hatta, Mahfud MD, mengatakan dukungan Partai Demokrat merupakan suatu persoalan yang tidak dapat dicampuradukkan dengan kasus korupsi. Lagipula, di kedua barisan pasangan capres-cawapres yang akan bertarung di Pilpres 2014 sama-sama terdapat koruptor.
"Kan sama-sama ada koruptornya di kedua barisan. Pelanggar HAM dan koruptornya di sana juga ada. Yang berpotensi dikorupsi juga ada. Memang sekarang ini negara sedang susah, lagi tidak beres. Oleh sebab itu harus memilih pemimpin yang benar. Itulah yang kami tawarkan," ujar Mahfud kepada wartawan di Rumah Polonia, Jakarta Timur, Selasa (3/6/2014).
Terkait isu-isu korupsi dan pelanggaran HAM yang selama ini beredar, Mahfud mengatakan sebaiknya hal tersebut diserahkan kepada masyarakat. "Di dua kubu sama-sama ada. Tinggal rakyat yang menilai, mana yang lebih banyak baiknya," pungkas Mahfud.
(hyk)