Koalisi Jokowi-JK: Masjid Jangan Jadi Lokasi Propaganda

Selasa, 03 Juni 2014 - 12:02 WIB
Koalisi Jokowi-JK: Masjid...
Koalisi Jokowi-JK: Masjid Jangan Jadi Lokasi Propaganda
A A A
DEPOK - Lima partai politik pendukung calon presiden dan calon wakil presiden Jokowi-JK di Depok menggelar deklarasi pemenangan. Di antaranya, PDIP, PKB, Partai Hanura, Partai NasDem, dan PKPI.

Dalam deklarasi tersebut, mereka menegaskan tidak melakukan pengawasan terhadap ceramah-ceramah ustaz di masjid. Namun tidak seharusnya masjid menjadi lokasi proganda dan penyebaran fitnah.

"Ketika masjid dipakai propaganda dan fitnah, agama manapun tak perbolehkan itu. Coba didengarkan saja apa isinya, lalu laporkan. Jokowi katanya antek zionis, padahal kita tahu negara tanpa campur tangan asing sama sekali itu tak bagus. Intinya masjid jangan digunakan alat propaganda, alat pecah belah umat," tegas Ketua DPC PKB Depok Muhammad Fuad dalam deklarasi yang digelar di Sukmajaya, Depok, Selasa (3/6/2014).

Fuad mengaku seluruh kader PKB di Depok dalam kondisi solid untuk memenangkan pasangan Jokowi-JK. Relawan yang akan ikut berjuang memenangkan Jokowi-JK, yakni Laskar Santri Nusantara, hijabers, kiai nusantara, kiai kampung, dan relawan Joman.

Namun diakuinya, untuk memenangkan Jokowi-JK adalah tantangan yang berat. "Namun kami yakin aura Jokowi-JK, kalahkan kekuatan calon lain, target di Depok 60 persen," katanya.

Sementara Ketua Tim Pemenangan Jokowi-JK di Depok Eddy Faisal mengatakan, sebagai kader pihaknya bertanggung jawab memenangkan Jokowi-JK. Ia mengklaim koalisi lima partai bukan hanya di jajaran tingkat elit, tetapi sampai di akar rumput.

"Bila bersepakat pilih pemimpin yang kita perjuangkan, kita semua tidak pelik dengan keringat. Bila selama ini hadir kampanye hitam, kami mengharapkan untuk tak menanggapi black campaign tersebut, jangan mau dipecah belah dan di dalam lingkarran konspirasi," tandasnya.
(hyk)
Berita Terkait
Dosen Fisip Kalsel:...
Dosen Fisip Kalsel: Bahas Dana Alutsista 700 Triliun, Penampilan Anies Terkesan Cari Panggung
Sarat Indikasi Pelanggaran,...
Sarat Indikasi Pelanggaran, Aktivis Ciputat Kampanyekan Tagar Lawan Pemilu Curang
Gara-gara Covid-19,...
Gara-gara Covid-19, Pilpres Polandia Jadi 'Pilpres Hantu'
Jazz dan Pilpres
Jazz dan Pilpres
Gagahnya Ganjar-Mahfud...
Gagahnya Ganjar-Mahfud Kompak Pakai Jaket Bomber ala Pilot Top Gun
Potret Tiga Capres Ikuti...
Potret Tiga Capres Ikuti Debat Ketiga Pilpres 2024
Berita Terkini
Pemilik Blueray Cargo...
Pemilik Blueray Cargo Ngaku Setor Rp30 Miliar ke Dedi Congor
Akvindo: Tembakau Alternatif...
Akvindo: Tembakau Alternatif Kurangi Paparan Asap Rokok
Terima Audiensi DPRD...
Terima Audiensi DPRD Malaka, BNPP Bahas Peluang Pengembangan Kawasan Perdagangan Bebas
KPK Jadwal Ulang Pemeriksaan...
KPK Jadwal Ulang Pemeriksaan Bos Maktour Fuad Hasan Pekan Depan
Mantan Ketua Ombudsman...
Mantan Ketua Ombudsman Terima Rumah hingga Uang Miliaran di Kasus Korupsi Tambang Nikel
World Giving Report...
World Giving Report 2026: Donasi Global Turun, Indonesia Bertahan di Atas Rata-rata Dunia
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved