Suara Demokrat Tak Akan Bulat Dukung Prabowo-Hatta
Senin, 02 Juni 2014 - 05:50 WIB
Suara Demokrat Tak Akan Bulat Dukung Prabowo-Hatta
A
A
A
JAKARTA - Direktur Sinergi Masyarakat untuk Demokrsi Indonesia (SIGMA) Said Salahuddin menyatakan, meski sebagian besar kader Demokrat dukung Prabowo-Hatta, namun diyakininya tidak 100 persen kader Demokrat mendukung.
Menurutnya, jumlah suara 10,19 persen milik Demokrat, tidak akan bulat seluruhnya mendukung Prabowo-Hatta.
"Dukungan Partai Demokrat kepada pasangan Prabowo-Hatta saya kira tidak akan membawa 10,19 persen suara pemilih Demokrat pada pileg lalu, masuk seluruhnya ke kantong pasangan nomor urut satu," kata Said ketika dihubungi wartawan, Minggu 1 Juni 2014.
Menurut Said, kalau disebut mayoritas akan mendukung Prabowo-Hatta, mungkin saja. Tapi sebagian yang lainnya boleh jadi akan mendukung Jokowi-JK.
Setidaknya ada dua faktor yang memengaruhinya. Pertama, Demokrat sebelumnya sudah sempat menyatakan bersikap netral dalam pilpres, dengan tidak mendukung salah satu pasangan calon.
"Kebijakan itu kemudian membuat kader Demokrat merasa memiliki keleluasaan untuk mendukung dan memilih pasangan calon yang mereka kehendaki," jelas Said.
Kemudian, lanjutnya, kalau pun sekarang Demokrat mendukung pasangan Prabowo-Hatta, menurutnya tidak dengan sendirinya kebijakan itu akan diikuti oleh 100 persen kader mereka, terutama yang ada di daerah.
Apalagi kalau dukungan itu tidak disampaikan langsung oleh SBY yang menjadi tokoh sentral sekaligus simbol dari partai berlambang mercy itu.
"Tingkat kepatuhan kader Demokrat itu kan bergantung kepada SBY. Kalau cuma Syarief Hasan dan Ibas yang bicara, belum tentu akan didengar oleh pemilih demokrat di akar rumput," pungkasnya.
Menurutnya, jumlah suara 10,19 persen milik Demokrat, tidak akan bulat seluruhnya mendukung Prabowo-Hatta.
"Dukungan Partai Demokrat kepada pasangan Prabowo-Hatta saya kira tidak akan membawa 10,19 persen suara pemilih Demokrat pada pileg lalu, masuk seluruhnya ke kantong pasangan nomor urut satu," kata Said ketika dihubungi wartawan, Minggu 1 Juni 2014.
Menurut Said, kalau disebut mayoritas akan mendukung Prabowo-Hatta, mungkin saja. Tapi sebagian yang lainnya boleh jadi akan mendukung Jokowi-JK.
Setidaknya ada dua faktor yang memengaruhinya. Pertama, Demokrat sebelumnya sudah sempat menyatakan bersikap netral dalam pilpres, dengan tidak mendukung salah satu pasangan calon.
"Kebijakan itu kemudian membuat kader Demokrat merasa memiliki keleluasaan untuk mendukung dan memilih pasangan calon yang mereka kehendaki," jelas Said.
Kemudian, lanjutnya, kalau pun sekarang Demokrat mendukung pasangan Prabowo-Hatta, menurutnya tidak dengan sendirinya kebijakan itu akan diikuti oleh 100 persen kader mereka, terutama yang ada di daerah.
Apalagi kalau dukungan itu tidak disampaikan langsung oleh SBY yang menjadi tokoh sentral sekaligus simbol dari partai berlambang mercy itu.
"Tingkat kepatuhan kader Demokrat itu kan bergantung kepada SBY. Kalau cuma Syarief Hasan dan Ibas yang bicara, belum tentu akan didengar oleh pemilih demokrat di akar rumput," pungkasnya.
(maf)