Pernyataan Amien Rais Soal Perang Badar Dikritik

Senin, 02 Juni 2014 - 04:59 WIB
Pernyataan Amien Rais...
Pernyataan Amien Rais Soal Perang Badar Dikritik
A A A
JAKARTA - Pernyataan Ketua MPP Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais, yang menganalogikan pertarungan Pilpres 2014 ini dengan Perang Badar, terus menjadi polemik.

Pengamat politik Universitas Indonesia (UI) Arbi Sanit mengatakan, pernyataan Amien Rais tersebut menunjukkan pola pikir dan laku politiknya melebihi Abu Bakar Ba'asyir dari Ngruki.

"Perang Badar itu kan agama. Kalau pilpres ini kan politik, jadi tidak tepat menganalogikannya," kata Arbi Sanit, Minggu 1 Juni 2014.

"Amien Rais kalau begitu berarti sudah kayak teroris, mau mengkafirkan musuh politiknya. Kenapa enggak sekalian saja menghalalkan untuk dibunuhnya seperti pola pikir yang dari Ngruki itu," imbuhnya.

Arbi menilai dengan ucapannya itu Amien yang sebelumnya dikenal tokoh reformasi, sudah menggadaikan integritasnya. Hal itu, kata dia, bisa dilihat dengan cara Amien yang seperti menghalalkan segala cara demi membela Hatta Rajasa, membela Prabowo yang Orde Baru, hanya demi ambisinya merebut kekuasaan.

"Hanya demi membela Hatta demi Prabowo, demi sepotong kekuasaan, Amien pertaruhkan agama dan pertaruhan demokrasi. Ini Amien namanya sudah Maciovelis, semua dipertaruhkan semuanya demi kekuasaan," pungkasnya.

Sebelumnya, Ketua MPP PAN Amien Rais yang merupakan pendukung pasangan Prabowo-Hatta mengatakan, partainya belum memikirkan posisi menteri dalam koalisi yang mengusung Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa.

Dia mengatakan, PAN akan menggunakan mental Perang Badar dalam menghadapi pemilu presiden ini. Amien mengatakan, prajurit dalam Perang Uhud telah kemasukan kepentingan pribadi yang berorientasi dunia.

Dalam Perang Uhud, kata dia, prajurit berperang bukan untuk kebenaran dan keadilan, melainkan demi harta rampasan perang. Sebaliknya, Amien menyebut bahwa perjuangan para prajurit dalam Perang Badar adalah ikhlas membela kehormatan diri dan tanah air.

Karena itu, tutur Amien, kemenangan dapat digenggam dalam Perang Badar. Sebagai kaum Muslimin, Amien pun menganjurkan penggunaan mentalitas Perang Badar, bukan Perang Uhud.

“Jadi, kalau mulai maju Perang Uhud, insya Allah kalah. Kalau Perang Badar, ini siapa, menterinya siapa, itu nanti, insya Allah kita kali ini dimenangkan,” ungkap Amien di Masjid Agung Al-Azhar, Jakarta, Selasa 27 Mei.
(maf)
Berita Terkait
Jadwal dan Panggung...
Jadwal dan Panggung Debat Capres dan Cawapres 2024
Digelar 5 Kali, Berikut...
Digelar 5 Kali, Berikut Jadwal Debat Capres dan Cawapres 2024
Haedar Nashir: Debat...
Haedar Nashir: Debat Capres-Cawapres Jangan seperti Cerdas Cermat
Soal Debat Capres-Cawapres,...
Soal Debat Capres-Cawapres, Wapres: Capres Sendiri, Cawapres Sendiri
Debat Capres-Cawapres...
Debat Capres-Cawapres dan Capaian RPJMN Kesehatan
MK Tolak Gugatan Batas...
MK Tolak Gugatan Batas Usia Capres-Cawapres 35 Tahun
Berita Terkini
Dukung Naniek S Deyang...
Dukung Naniek S Deyang Pimpin BGN, Arus Bawah Prabowo Minta Program MBG Dibenahi
Wamenkum: 20 DIM RUU...
Wamenkum: 20 DIM RUU Polri Bakal Dibahas Bareng DPR
2 Pengusaha Divonis...
2 Pengusaha Divonis 1,5 Tahun Penjara, Kuasa Hukum: PT KEM Korban Sistem di Kemnaker
Silmy Karim Jadi Tersangka...
Silmy Karim Jadi Tersangka KPK, Mensesneg: Kita Perang Melawan Korupsi
Pertama Dalam Sejarah,...
Pertama Dalam Sejarah, Kemenag Lantik 15 Perempuan Jadi Kepala KUA
Tak Kaget Dadan dan...
Tak Kaget Dadan dan Silmy Terjerat Kasus Korupsi, Noel: Juni-Juli Banyak Pejabat Ditangkap KPK
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved