Hasyim Muzadi Prediksi Mayoritas Warga NU Pilih Jokowi-JK

Kamis, 29 Mei 2014 - 20:57 WIB
Hasyim Muzadi Prediksi...
Hasyim Muzadi Prediksi Mayoritas Warga NU Pilih Jokowi-JK
A A A
JAKARTA - Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Hasyim Muzadi memprediksi mayoritas warga NU akan memilih pasangan Joko Widodo dan Jusuf Kalla (Jokowi-JK) dalam Pilpres 9 Juli mendatang dibanding pasangan Prabowo-Hatta.

"Saya pikir akan lebih banyak warga NU pilih Jokowi," kata Hasyim Muzadi usai acara Rakernas Muslimat NU di Asrama Haji, Pondok Gede, Jakarta, Kamis (29/5).

Pasalnya, kata Hasyim, warga NU semakin mantap memilih Jokowi setelah ada klarifikasi soal keislaman Jokowi. "Kan sebelumnya umat (NU) kaget karena dibilang begini-begini (soal keislaman Jokowi). Tapi setelah ada klarifikasi dari Jusuf Kalla (JK), umat jadi lumayan mengerti," kata Hasyim.

Dia menilai, JK yang meng-upload foto Jokowi sedang menjadi imam salat maghrib, bukan bagian dari politisasi agama. Tapi, untuk melakukan klarifikasi keislaman Jokowi yang selama ini diragukan. "Kan (Jokowi) dicurigai enggak salat. Jadi itu bagian dari klarifikasi saja," sebut dia.

Untuk itu, Hasyim meminta kepada pihak-pihak yang selama ini melontarkan isu yang tidak benar soal keislaman Jokowi agar berhenti melakukan kampanye hitam. "Kan sudah tidak terbukti. Ngapain diterusin lagi," kata dia.

Soal Ketua PBNU Said Aqil Siradj dan tokoh NU Mahfud MD yang lebih mendukung Prabowo, Hasyim menilai dukungan keduanya tentu berpengaruh ke warga NU. Tetapi, kata dia, tidak terlalu signifikan.

Tak lupa, Hasyim memuji pendamping Jokowi, Jusuf Kalla sebagai kader NU tulen dan sudah tidak diragukan lagi integritasnya dalam memimpin pemerintahan. "Caranya bernegara sangat NU. Dia tukang menghilangkan konflik," puji Hasyim.

Namun, Hasyim menyerahkan sepenuhnya pilihan warga Muslimat NU untuk memilih capres dan cawapres sesuai dengan hati nuraninya masing-masing. "(Jokowi-JK) itu pilihan saya. Kalau ibu-ibu mau milih capres-cawapres yang mana, ya monggo saja," katanya.

Dia menyebut, dari dua pasangan capres yang bertarung dalam Pilpres 2014 tidak ada satupun tokoh NU yang bertarung. "Adanya calon Wakil Presiden, JK itu NU betulan," puji Hasyim.

Dengan adanya perbedaan pilihan di antara warga NU tidak menjadikan organisasi ini terbelah. Sebab, NU secara institusi tidak bisa digunakan untuk mendukung salah satu calon. Yang ada hanya komunitasnya saja. Hasyim berpesan kepada anggota Muslimat NU untuk memilih capres-cawapres sesuai dengan hati nurani dan bukan karena dibayar.

"Kalau milih yang bayar bahaya. Uangnya habis sehari. Tapi susahnya lima tahun setelah itu," kata Hasyim.
(hyk)
Berita Terkait
Dosen Fisip Kalsel:...
Dosen Fisip Kalsel: Bahas Dana Alutsista 700 Triliun, Penampilan Anies Terkesan Cari Panggung
Sarat Indikasi Pelanggaran,...
Sarat Indikasi Pelanggaran, Aktivis Ciputat Kampanyekan Tagar Lawan Pemilu Curang
Gara-gara Covid-19,...
Gara-gara Covid-19, Pilpres Polandia Jadi 'Pilpres Hantu'
Jazz dan Pilpres
Jazz dan Pilpres
Gagahnya Ganjar-Mahfud...
Gagahnya Ganjar-Mahfud Kompak Pakai Jaket Bomber ala Pilot Top Gun
Potret Tiga Capres Ikuti...
Potret Tiga Capres Ikuti Debat Ketiga Pilpres 2024
Berita Terkini
Jadi Penasihat Presiden,...
Jadi Penasihat Presiden, Said Iqbal Siap Perjuangkan Kepastian Kerja dan Upah Layak
Eks Ketua Ombudsman...
Eks Ketua Ombudsman Hery Susanto Segera Disidang
Usia Pensiun Personel...
Usia Pensiun Personel Polri Tidak Sama, Ini Penjelasan Pemerintah
Perjuangkan Nasib Dokter...
Perjuangkan Nasib Dokter Muda, PDMI Minta Pemerintah Buka Kembali Akses Ujian Kompetensi
OTT di Muara Enim dan...
OTT di Muara Enim dan Jakarta, KPK Sita Uang Ratusan Juta
Buku Laku Spiritual...
Buku Laku Spiritual Pak Harto, Indonesia, dan Kejawen Diluncurkan, Kupas Cara Soeharto Tunjuk Pembantunya
Infografis
9 Poin Penegasan Rektor...
9 Poin Penegasan Rektor UGM terkait Ijazah Jokowi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved