Ahok Ingin Kasus Transjakarta Berkarat Ditangani KPK
Rabu, 28 Mei 2014 - 16:50 WIB
Ahok Ingin Kasus Transjakarta Berkarat Ditangani KPK
A
A
A
JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengaku jika dia lebih banyak 'berkoar' soal kasus Udar Pristono sebagai bentuk protes, karena dia menginginkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menangani kasus pengadaan bus Transjakarta.
"Jadi kalau dia (Udar) bilang dia jadi tersangka karena saya banyak omong, justru saya banyak omong karena saya ingin KPK yang nangkap," kata Ahok di Balai Kota, Jakarta, Rabu (28/5/2014).
Ahok merasa, seharusnya Udar bersyukur karena yang menangkapnya adalah Kejaksaan Agung, bukan KPK. "Kalau gue sih lebih maunya KPK, bukan Kejaksaan. Gue udah pernah bilang kan lebih percaya KPK ketimbang Kejaksaan. Jadi harusnya lu (Udar) untung Jaksa yang nangkap lu, bukan KPK," tukasnya.
Sebelumnya, Ahok menilai, apa yang dilakukan Udar dan tim kuasa hukumnya untuk melaporkannya ke Mabes Polri, hanya ingin membuat sensasi saja. Pasalnya, penetapan Udar sebagai tersangka adalah berdasarkan bukti yang ditemukan oleh pihak Kejaksaan Agung (Kejagung), bukan karena omongannya.
"Jadi itu lucu saja. Cari sensasi saja. Masa jaksa menetapkan dia (Udar) sebagai tersangka karena omongan gue. Ya mana gue tahu. Emang gue bisa ngatur jaksa," ucap Ahok.
"Jadi kalau dia (Udar) bilang dia jadi tersangka karena saya banyak omong, justru saya banyak omong karena saya ingin KPK yang nangkap," kata Ahok di Balai Kota, Jakarta, Rabu (28/5/2014).
Ahok merasa, seharusnya Udar bersyukur karena yang menangkapnya adalah Kejaksaan Agung, bukan KPK. "Kalau gue sih lebih maunya KPK, bukan Kejaksaan. Gue udah pernah bilang kan lebih percaya KPK ketimbang Kejaksaan. Jadi harusnya lu (Udar) untung Jaksa yang nangkap lu, bukan KPK," tukasnya.
Sebelumnya, Ahok menilai, apa yang dilakukan Udar dan tim kuasa hukumnya untuk melaporkannya ke Mabes Polri, hanya ingin membuat sensasi saja. Pasalnya, penetapan Udar sebagai tersangka adalah berdasarkan bukti yang ditemukan oleh pihak Kejaksaan Agung (Kejagung), bukan karena omongannya.
"Jadi itu lucu saja. Cari sensasi saja. Masa jaksa menetapkan dia (Udar) sebagai tersangka karena omongan gue. Ya mana gue tahu. Emang gue bisa ngatur jaksa," ucap Ahok.
(maf)