Moeldoko Nilai Dikotomi Sipil-Militer Tak Relevan

Rabu, 28 Mei 2014 - 15:37 WIB
Moeldoko Nilai Dikotomi...
Moeldoko Nilai Dikotomi Sipil-Militer Tak Relevan
A A A
JAKARTA - Dikotomi sipil-militer dalam bursa calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) peserta Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014, dinilai sudah tidak relevan.

Seperti diketahui bersama, pilpres Juli 2014 mendatang akan diikuti oleh dua pasang capres-cawapres yang berasal dari unsur sipil dan militer.

Capres yang diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Joko Widodo berasal dari kalangan sipil. Sementara capres yang diusung Partai Gerindra Parobowo Subianto berasal dari kalangan militer.

Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko mengatakan, dalam era yang sudah demokratis seperti saat ini, seharusnya dikotomi antara sipil dan militer harus dihilangkan.

"Jika kita sepakat untuk memajukan demokrasi di Indonesia, maka istilah itu harus hilang. Lagian, beliau itu (Prabowo) adalah mantan militer, jadi sudah bukan militer lagi," ujar Moeldoko kepada wartawan di Media Center Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (28/5/2014).

Lebih lanjut dia menilai, jika kita masih berbicara dikotomi sipil-militer berarti kita mengalami kemunduran dalam berdemokrasi. Menurutnya, salah satu ciri negara maju adalah mereka menerapkan meritokrasi.

Artinya negara akan memilih tenaga-tenaga unggul untuk mengurusi negara. "Jadi, siapapun yang akan menjadi presiden nanti, baik dari kalangan sipil maupun militer, ia pasti memiliki komitmen besar untuk membangun negara ke arah yang lebih maju," pungkasnya.
(maf)
Berita Terkait
Jadwal dan Panggung...
Jadwal dan Panggung Debat Capres dan Cawapres 2024
Digelar 5 Kali, Berikut...
Digelar 5 Kali, Berikut Jadwal Debat Capres dan Cawapres 2024
Haedar Nashir: Debat...
Haedar Nashir: Debat Capres-Cawapres Jangan seperti Cerdas Cermat
Soal Debat Capres-Cawapres,...
Soal Debat Capres-Cawapres, Wapres: Capres Sendiri, Cawapres Sendiri
Debat Capres-Cawapres...
Debat Capres-Cawapres dan Capaian RPJMN Kesehatan
MK Tolak Gugatan Batas...
MK Tolak Gugatan Batas Usia Capres-Cawapres 35 Tahun
Berita Terkini
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
DPR Minta KAI Bereskan...
DPR Minta KAI Bereskan Dulu Konektivitas Sebelum Bangun Jalur Kereta Aceh-Lampung
Imigrasi Nonaktifkan...
Imigrasi Nonaktifkan Pejabat yang Diperiksa KPK, Pastikan Pelayanan Publik Tetap Berjalan
Dua Truk Towing Masuk...
Dua Truk Towing Masuk Rumah Silmy Karim saat KPK Lakukan Penggeledahan
Panitia Mubes Kosgoro...
Panitia Mubes Kosgoro 1957 Terima Dokumen Lengkap Caketum La Ode Safiul Akbar
Islah Bahrawi Mengaku...
Islah Bahrawi Mengaku Dapat Intimidasi dari OTK, Rumah Diintai hingga Aktivitasnya Dibuntuti
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved