Pihak Prabowo Tak Mau Manfaatkan Polemik JK di Youtube
Senin, 26 Mei 2014 - 17:49 WIB
Pihak Prabowo Tak Mau Manfaatkan Polemik JK di Youtube
A
A
A
JAKARTA - Polemik pernyataan Jusuf Kalla keberatan Joko Widodo jadi calon presiden (capres) yang beredar di youtube mendapat respons dari pihak Prabowo Subianto-Hatta Rajasa.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Gerindra Ahmad Muzani mengungkapkan, partainya tidak mau memanfaatkan pernyataan Jusuf Kalla yang sekarang akhirnya menjadi pendamping Joko Widodo di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014.
"Kita enggak akan menggunakan itu sebagai cara untuk menjatuhkan pertarungan ini dan menaikkan sisi kita," ujar Muzani di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (26/5/2014).
Menurutnya, isu tersebut tidak baik digunakan untuk menyerang lawan politik. Namun, dia mengingatkan konsistensi antara ucapan dengan sikap sangat penting dijaga bagi seorang pemimpin di negeri ini.
"Konsistensi adalah sesuatu yang runut antara waktu yang ada antara tindakan dan omongan. Ini akan jadi sebuah record yang panjang dari masyarakat tentang pilihan seseorang calon, karena ini jadi penentu nasib bangsa lima tahun ke depan," tandasnya.
Polemik pernyataan pria yang biasa disapa JK itu muncul dalam sebuah wawancara di salah satu stasiun televisi dan diunggah ke youtube.
Dalam tayangan itu JK menyatakan tidak setuju Joko Widodo menjadi capres di Pilpres 2014. Alasannya mantan Wali Kota Solo itu baru saja menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta, sehingga belum memiliki banyak pengalaman.
Pernyataan Jusuf Kalla dengan salah satu televisi swasta yang beredar di youtube: http://www.youtube.com/watch?v=MqUp15V3WCY
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Gerindra Ahmad Muzani mengungkapkan, partainya tidak mau memanfaatkan pernyataan Jusuf Kalla yang sekarang akhirnya menjadi pendamping Joko Widodo di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014.
"Kita enggak akan menggunakan itu sebagai cara untuk menjatuhkan pertarungan ini dan menaikkan sisi kita," ujar Muzani di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (26/5/2014).
Menurutnya, isu tersebut tidak baik digunakan untuk menyerang lawan politik. Namun, dia mengingatkan konsistensi antara ucapan dengan sikap sangat penting dijaga bagi seorang pemimpin di negeri ini.
"Konsistensi adalah sesuatu yang runut antara waktu yang ada antara tindakan dan omongan. Ini akan jadi sebuah record yang panjang dari masyarakat tentang pilihan seseorang calon, karena ini jadi penentu nasib bangsa lima tahun ke depan," tandasnya.
Polemik pernyataan pria yang biasa disapa JK itu muncul dalam sebuah wawancara di salah satu stasiun televisi dan diunggah ke youtube.
Dalam tayangan itu JK menyatakan tidak setuju Joko Widodo menjadi capres di Pilpres 2014. Alasannya mantan Wali Kota Solo itu baru saja menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta, sehingga belum memiliki banyak pengalaman.
Pernyataan Jusuf Kalla dengan salah satu televisi swasta yang beredar di youtube: http://www.youtube.com/watch?v=MqUp15V3WCY
(kur)