Mahfud MD Berpotensi Raih Suara Nahdliyin untuk Prabowo-Hatta
Senin, 26 Mei 2014 - 06:41 WIB
Mahfud MD Berpotensi Raih Suara Nahdliyin untuk Prabowo-Hatta
A
A
A
JAKARTA - Mahfud MD dikabarkan bergerak cepat melakukan safari dan kunjungan ke para kiai di Jawa Timur. Langkah ini diprediksi untuk meraih suara Nahdliyin ke pasangan capres-cawapres Prabowo-Hatta Rajasa.
Direktur Political Communication Institute Heri Budianto memuji langkah yang dilakukan oleh mantan kandidat capres yang sempat digadang-gadang oleh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu.
"Saya melihat keseriusan Mahfud dalam melakukan tugas-tugas utamanya sebagai ketua timses Prabowo-Hatta," ujar Heri kepada Sindonews, Minggu 25 Mei kemarin.
Heri meyakini gerak Mahfud menyambangi para kiai untuk meyakinkan Nahdliyin tentang visi-misi dan program pasangan capres Prabowo-Hatta.
Mahfud dianggap berpotensi untuk mendapatkan suara tersebut. Karena bila dilihat dari tingkat kepercayaan para kiai dan tingkat penerimaan Nahdliyin, Mahfud lebih diterima.
"Jika Mahfud, Rhoma Irama, dan Ahmad Dhani yang juga membantu pemenangan PKB saat pileg dan ditambah Ali Masykur Musa memperkuat barisan Prabowo-Hatta, maka suara Nahdliyin akan direbut oleh pasangan ini," tutur pengamat politik dari Universitas Mercubuana ini.
Peluang Mahfud, berbanding terbalik dengan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar. Menurut Heri, langkah Muhaimin meraih suara Nahdliyin untuk pasangan capres-cawapres Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) tak akan mudah.
"Langkah politik Muhaimin yang mengecewakan Mahfud dan Rhoma Irama dianggap Nahdliyin sebagai manuver politik dalam mengejar kekuasaan," jelas Heri.
Namun begitu, Heri mengatakan, realitas politik ini akan membuat suara Nahdliyin terpecah dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) yang akan digelar 9 Juli mendatang.
Direktur Political Communication Institute Heri Budianto memuji langkah yang dilakukan oleh mantan kandidat capres yang sempat digadang-gadang oleh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu.
"Saya melihat keseriusan Mahfud dalam melakukan tugas-tugas utamanya sebagai ketua timses Prabowo-Hatta," ujar Heri kepada Sindonews, Minggu 25 Mei kemarin.
Heri meyakini gerak Mahfud menyambangi para kiai untuk meyakinkan Nahdliyin tentang visi-misi dan program pasangan capres Prabowo-Hatta.
Mahfud dianggap berpotensi untuk mendapatkan suara tersebut. Karena bila dilihat dari tingkat kepercayaan para kiai dan tingkat penerimaan Nahdliyin, Mahfud lebih diterima.
"Jika Mahfud, Rhoma Irama, dan Ahmad Dhani yang juga membantu pemenangan PKB saat pileg dan ditambah Ali Masykur Musa memperkuat barisan Prabowo-Hatta, maka suara Nahdliyin akan direbut oleh pasangan ini," tutur pengamat politik dari Universitas Mercubuana ini.
Peluang Mahfud, berbanding terbalik dengan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar. Menurut Heri, langkah Muhaimin meraih suara Nahdliyin untuk pasangan capres-cawapres Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) tak akan mudah.
"Langkah politik Muhaimin yang mengecewakan Mahfud dan Rhoma Irama dianggap Nahdliyin sebagai manuver politik dalam mengejar kekuasaan," jelas Heri.
Namun begitu, Heri mengatakan, realitas politik ini akan membuat suara Nahdliyin terpecah dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) yang akan digelar 9 Juli mendatang.
(hyk)