Isu Manifesto Gerindra Tak Akan Turunkan Elektabilitas Prabowo

Sabtu, 24 Mei 2014 - 18:50 WIB
Isu Manifesto Gerindra...
Isu Manifesto Gerindra Tak Akan Turunkan Elektabilitas Prabowo
A A A
JAKARTA - Wakil Ketua umum Partai Gerindra Fadli Zon menanggapi santai atas merebaknya isu pemurnian agama dalam manifesto Partai Gerindra yang dapat menghancurkan kesatuan bangsa.

Dia berpendapat, isu tersebut hanya digunakan oleh pihak-pihak tertentu untuk menjatuhkan nama Prabowo Subianto. Dia menegaskan, Partai Gerindra adalah partai yang pluralis. Dikatakannya, banyak sayap partai dari berbagai keyakinan yang ada.

"Jadi terkait kata-kata pemurnian agama dalam manifesto Gerindra terlalu mengada-ada," ujarnya dalam acara Pengukuhan Presidium Pusat dan Dies Natalies ke-56 Ikatan Sarjana Katolik Indonesia (ISKA) di Jakarta, Sabtu (24/5/2014).

Lebih lanjut dia mengatakan, dalam manifesto itu memang disebut negara menjamin kemurnian agama yang diakui dari bentuk penistaan. Akan tetapi, tutur dia, hal demikian hanya ditujukan bagi mereka yang meresahkan masyarakat lewat agama.

Bila ada tudingan yang menyatakan manifesto itu bakal menghancurkan beberapa agama yang sudah dicampur dengan kebudayaan, Fadli bersikukuh bahwa anggapan itu salah.

"Itu sebenarnya sangat normatif, setiap agama berhak dan dilindungi termasuk kepercayaan lokal. Kita bermaksud kalau ada yang meresahkan masyarakat seperti ada yang mengaku nabi, atau mengaku sebagai Tuhan dan membuat masyarakat resah. Ini yang menurut kami negara perlu menegakkan aturan agama," katanya. Sehingga, lanjut dia, kebebasan menjalankan agama tidak bermasalah.

Sementara itu, Ketua ISKA Putut Prabantoro menjelaskan bahwa isu manifesto Partai Gerindra tidak akan menurunkan elektabilitas dari Prabowo. Yang lebih penting menurutnya adalah visi dan misi dari capres itu sendiri.

"Yang terpenting itu adalah sosok dari capres yang diusung dari partai bersangkutan. Bagaimana mereka menjelaskan tentang visi dan misi itu yang paling penting. Kalau ada isu seperti itu saya rasa tidak akan merugikan pihak manapun termasuk Prabowo," tuturnya.

Dirinya juga bersikukuh mengenai pemberitaan manifesto Partai Gerindra yang merebak saat ini tergantung dari pemberitaan media massa itu sendiri. Pasalnya banyak orang yang menelan informasi dari media tanpa mengkroscek terlebih dahulu kebenarannya.

"Opini publik itu kan yang membuat media dengan pemberitaannya, kalau beritanya jelek otomatis masyarakat juga akan percaya. Padahal aslinya belum tentu seperti itu, namun saya percaya isu itu tidak akan merugikan," pungkasnya.
(kri)
Berita Terkait
Jadwal dan Panggung...
Jadwal dan Panggung Debat Capres dan Cawapres 2024
Digelar 5 Kali, Berikut...
Digelar 5 Kali, Berikut Jadwal Debat Capres dan Cawapres 2024
Haedar Nashir: Debat...
Haedar Nashir: Debat Capres-Cawapres Jangan seperti Cerdas Cermat
Soal Debat Capres-Cawapres,...
Soal Debat Capres-Cawapres, Wapres: Capres Sendiri, Cawapres Sendiri
Debat Capres-Cawapres...
Debat Capres-Cawapres dan Capaian RPJMN Kesehatan
MK Tolak Gugatan Batas...
MK Tolak Gugatan Batas Usia Capres-Cawapres 35 Tahun
Berita Terkini
Mantan Ketua Ombudsman...
Mantan Ketua Ombudsman Terima Rumah hingga Uang Miliaran di Kasus Korupsi Tambang Nikel
World Giving Report...
World Giving Report 2026: Donasi Global Turun, Indonesia Bertahan di Atas Rata-rata Dunia
Bareskrim Tangkap Kartel...
Bareskrim Tangkap Kartel Narkoba Asal Australia sebelum Terbang dengan Jet Pribadi
Dewan Pers dan Konstituen...
Dewan Pers dan Konstituen Matangkan Usulan Pengaturan Karya Jurnalistik dalam RUU Hak Cipta
Mensesneg Sebut Bakal...
Mensesneg Sebut Bakal Ada Pengurangan Anggaran MBG
Dubes Wang Lutong Ungkap...
Dubes Wang Lutong Ungkap Purbaya Bakal ke China Pekan Depan, Bahas Apa?
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved