Jokowi-JK dan Prabowo-Hatta Diminta Hilangkan Kampanye Hitam

Sabtu, 24 Mei 2014 - 11:47 WIB
Jokowi-JK dan Prabowo-Hatta...
Jokowi-JK dan Prabowo-Hatta Diminta Hilangkan Kampanye Hitam
A A A
JAKARTA - Calon presiden (Capres) dan calon wakil presiden (Cawapres) Joko Widodo-Jusuf Kalla dan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa diminta menghapus praktik kampanye hitam (black campaign) kepada seluruh tim sukses masing-masing.

Menurut Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Siti Zuhro, sejauh ini visi-misi yang dikampanyekan kedua pasang calon tersebut beda tipis atau mendekati sama. Maka cara pendekatan kepada masyarakat lebih mengedepankan sisi program.

"Pertama harus menyampaikan baik Pak Jokowo dan JK dan Pak Prabowo-Pak Hatta dan KPU, Bawaslu, kita mintakan deklarasi untuk menolak secara tegas yaitu kampanye hitam. Karena Pemilu Presiden 2014 harus sarat pencerahan. Kalau masyarakat diedukasi dengan sangat hitam, memori masyarakat adalah tradisi pelajaran yang buruk," ujar Siti, saat diskusi Polemik Sindo, Cikini, Jakarta Pusat (24/5/2014).

Untuk itu, Siti meminta kepada kedua pasangan calon tidak kampanye sekadar mengklaim diri sebagai tokoh paling reformis atau tokoh paling mumpuni mengingat visi-misi yang tidak beda jauh itu.

Ia menilai, dengan visi-misi yang sudah direncanakan kedua calon, maka publik akan mendapat pencerahan lebih mendalam untuk menentukan pilihannya.

Di samping itu, karena Pilpres 2014 hanya diikuti oleh dua pasang calon, maka kompetisi keduanya diprediksi semakin sengit. Oleh sebab itu, agar kompetisi itu menjadi sehat, tugas kedua pasang capres dan cawapres mengarahkan tim sukses masing-masing untuk tak menghalalkan segala cara dalam berkampanye.

"Berkompetisi menyampaian visi-misi sehingga rakyat paham. Apakah visi-misi Pak Jokowi-JK lebih bagus katakan dibandingkan Pak Prabowo dan Pak Hatta. Atau sebaliknya. Atas dasar apa masyarakat sampai pada kesimpulan itu. Itu yang penting," sambungnya.
(kri)
Berita Terkait
Jadwal dan Panggung...
Jadwal dan Panggung Debat Capres dan Cawapres 2024
Digelar 5 Kali, Berikut...
Digelar 5 Kali, Berikut Jadwal Debat Capres dan Cawapres 2024
Haedar Nashir: Debat...
Haedar Nashir: Debat Capres-Cawapres Jangan seperti Cerdas Cermat
Soal Debat Capres-Cawapres,...
Soal Debat Capres-Cawapres, Wapres: Capres Sendiri, Cawapres Sendiri
Debat Capres-Cawapres...
Debat Capres-Cawapres dan Capaian RPJMN Kesehatan
MK Tolak Gugatan Batas...
MK Tolak Gugatan Batas Usia Capres-Cawapres 35 Tahun
Berita Terkini
Minta Masukan RUU Pemilu,...
Minta Masukan RUU Pemilu, DPR Bakal Kunjungi Parpol Parlemen dan Nonparlemen
Prabowo Kenang Hari...
Prabowo Kenang Hari Lahir Soekarno Lewat Potret Sang Proklamator
Kasus Dadan Cs, Saut...
Kasus Dadan Cs, Saut Situmorang: Semua hingga Eselon Terkecil Harus Bertanggung Jawab
Pigai Usul Jabatan Utama...
Pigai Usul Jabatan Utama Polri Bisa Diisi Sipil, Sahroni: Urusin HAM Saja
Revisi UU Polri: Batas...
Revisi UU Polri: Batas Usia dan Syarat Anggota Kompolnas Diusulkan Lebih Fleksibel
KontraS Kritik Tuntutan...
KontraS Kritik Tuntutan 2,5 Tahun Penjara untuk Terdakwa Penyiraman Andrie Yunus
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved