Agung Laksono Nilai Wajar Kader Golkar Dukung Jokowi-JK
Kamis, 22 Mei 2014 - 16:15 WIB
Agung Laksono Nilai Wajar Kader Golkar Dukung Jokowi-JK
A
A
A
SOLO - Dukungan kader Golkar ke Capres dan Cawapres Joko Widodo dan Jusuf Kalla tidak mempengaruhi proses koalisi yang dilakukan Golkar dengan Gerindra. Saat ini, Golkar tetap fokus untuk memenangkan pasangan Prabowo-Hatta.
Wakil Ketua Umum Partai Golkar Agung Laksono mengatakan secara resmi partainya memutuskan untuk mendukung Prabowo. Sehingga para anggota dan kader partai harus berjuang keras untuk memenangkan pasangan tersebut.
"Ya itu harus kita ikuti keputusan resmi yang dikeluarkan oleh partai, dengan bagaimanapun caranya," ucapnya saat ditemui SINDO di Solo usai menemui Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo, Kamis (22/4/2014).
Ia menuturkan, dirinya siap jika nantinya diminta untuk menjadi juru kampanye pasangan capres dan cawapres tersebut. Meskipun dia harus membagi waktunya dengan tugasnya menjadi Menko Kesra. Akan tetapi jika tugas negara lebih mendesak maka ia siap keluar dari juru kampanye.
Sementara itu dirinya menilai wajar jika kader Golkar mendukung pasangan Jokowi dan JK. Menurutnya, saat ini sudah tidak jamannya untuk melakukan paksaan terhadap siapapun.
Sehingga, jika ada kader Golkar yang mendukung pasangan lain tidak perlu diberi sanksi apapun. Selain itu, sang kader tidak boleh dikeluarkan dari kepengurusan partai. Akan tetapi, jika yang bersangkutan mengundurkan diri adalah haknya.
Dirinya menolak jika Golkar dianggap berpijak pada dua kaki untuk mengamankan posisinya di pemerintahan dengan mendukung kedua pasang capres. "Dukungan kader kami ke Jokowi itu bukan strategi politik, namun itu karena sikap dari kader, sedangkan sikap partai tetap teguh ke Prabowo," tegasnya.
Sementara itu, Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo juga enggan membicarakan apa isi pertemuannya dengan Agung tersebut. Menurutnya pertemuan itu murni urusan kedinasan bukan membicarakan masalah politik antara Golkar dan PDIP.
Wakil Ketua Umum Partai Golkar Agung Laksono mengatakan secara resmi partainya memutuskan untuk mendukung Prabowo. Sehingga para anggota dan kader partai harus berjuang keras untuk memenangkan pasangan tersebut.
"Ya itu harus kita ikuti keputusan resmi yang dikeluarkan oleh partai, dengan bagaimanapun caranya," ucapnya saat ditemui SINDO di Solo usai menemui Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo, Kamis (22/4/2014).
Ia menuturkan, dirinya siap jika nantinya diminta untuk menjadi juru kampanye pasangan capres dan cawapres tersebut. Meskipun dia harus membagi waktunya dengan tugasnya menjadi Menko Kesra. Akan tetapi jika tugas negara lebih mendesak maka ia siap keluar dari juru kampanye.
Sementara itu dirinya menilai wajar jika kader Golkar mendukung pasangan Jokowi dan JK. Menurutnya, saat ini sudah tidak jamannya untuk melakukan paksaan terhadap siapapun.
Sehingga, jika ada kader Golkar yang mendukung pasangan lain tidak perlu diberi sanksi apapun. Selain itu, sang kader tidak boleh dikeluarkan dari kepengurusan partai. Akan tetapi, jika yang bersangkutan mengundurkan diri adalah haknya.
Dirinya menolak jika Golkar dianggap berpijak pada dua kaki untuk mengamankan posisinya di pemerintahan dengan mendukung kedua pasang capres. "Dukungan kader kami ke Jokowi itu bukan strategi politik, namun itu karena sikap dari kader, sedangkan sikap partai tetap teguh ke Prabowo," tegasnya.
Sementara itu, Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo juga enggan membicarakan apa isi pertemuannya dengan Agung tersebut. Menurutnya pertemuan itu murni urusan kedinasan bukan membicarakan masalah politik antara Golkar dan PDIP.
(kri)