Revisi UU Perlindungan Anak Mendesak

Selasa, 20 Mei 2014 - 22:20 WIB
Revisi UU Perlindungan...
Revisi UU Perlindungan Anak Mendesak
A A A
JAKARTA - Target pemerintah untuk menyelesaikan revisi Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak tertunda. Sampai saat ini draf revisi yang seharusnya diselesaikan oleh Komisi VIII DPR belum selesai.

Anggota Komisi VIII DPR Raihan Iskandar mengatakan, komisinya hendak memasukan draf revisi dalam periode sekarang. Oleh karena itu kemungkinan revisi UU perlindungan anak baru akan dimulai pada periode setelah pemilihan presiden mendatang.

"Kami coba memasukan draf revisi di periode sekarang karena situasi saat ini sangat mendesak untuk direvisi," ujar Raihan, Selasa (20/5/2014).

Menurut dia, revisi UU tersebut harus dipersiapkan secara matang dan menyeluruh. Jangan sampai isi UU tersebut nanti bertabrakan dengan Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP).

Dalam hal ini, yang terpenting adalah dalam hukuman yang diberikan dapat membuat pelaku jera. Namun, bentuk hukuman jera tersebut masih harus dicari formulanya.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Menag PP dan PA) Linda Amalia Sari Gumelar mengatakan, sampai saat ini pemerintah belum menerima draf revisi yang diwacanakan oleh Komisi VIII DPR. Sesuai target dan harapan bahwa revisi ini dapat selesai pada akhir jabatan DPR sekarang.

Menurut dia, penekanannya pemberian hukuman dapat ditingkat dari sebelumnya 15 tahun. Namun, ke depan belum dapat ditentukan bentuk hukuman yang akan diberikan.

"Kami masih lakukan peninjauan bentuk hukumanya dengan mendengar masukan bentuk hukam berat nanti," ujar Linda.
(dam)
Berita Terkait
Muhaimin Iskandar Tandatangani...
Muhaimin Iskandar Tandatangani Petisi Perlindungan Anak
PKB Soroti Perlindungan...
PKB Soroti Perlindungan dan Kasus Penculikan Anak
Gandeng Yacita, ChildFund...
Gandeng Yacita, ChildFund International di Indonesia Gelar Pertemuan Perlindungan Anak Nasional 2024
Diskusi Empat Pilar...
Diskusi Empat Pilar : Mendorong Keberpihakan Negara dalam Perlindungan Anak
Komdigi Undang Platform...
Komdigi Undang Platform Media Sosial Susun Regulasi Perlindungan Anak di Ruang Digital, Ini Langkahnya!
Soal Produk Bebas BPA,...
Soal Produk Bebas BPA, Komnas PA Desak Badan POM Buat Aturan
Berita Terkini
Perang Iran 2026: Akhir...
Perang Iran 2026: Akhir Pertempuran, Awal Perebutan Kemenangan
PHK Massal Berisiko...
PHK Massal Berisiko Gerus Kelas Menengah, Sekjen Perindo Ferry Kurnia Dorong Insentif Dunia Usaha
Menkomdigi Meutya Hafid:...
Menkomdigi Meutya Hafid: 4,7 Juta Akun Anak di TikTok dan YouTube Dinonaktifkan
Tinjau Teknologi Tanam...
Tinjau Teknologi Tanam PM-AAS, Presiden Prabowo Sebut Inovasi Pertanian Revolusioner
Dasco Undang Serikat...
Dasco Undang Serikat Buruh dan Pemerintah Bahas Ancaman PHK
Dubes Iran Tegas Tolak...
Dubes Iran Tegas Tolak Gencatan Senjata di Gaza: Palestina Harus Dibebaskan!
Infografis
Jerman Persiapkan Anak-anak...
Jerman Persiapkan Anak-anak Hadapi Krisis Perang Dunia III
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved