Hayono dukung jika Demokrat berani oposisi
Jum'at, 16 Mei 2014 - 20:48 WIB
Hayono dukung jika Demokrat berani oposisi
A
A
A
Sindonews.com - Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Hayono Isman mengaku tidak masalah jika Demokrat menjadi oposisi pada pemerintahan periode 2014-2019 mendatang.
"Jadi oposisi kenapa tidak?," kata Hayono di Kantor DPP Partai Demokrat, Kramat Raya, Jakarta Pusat, Jumat (16/5/2014).
Menurut dia, visi misi atau program partainya tidk sesuai dengan bakal capres dari PDIP Jokowi maupun bakal capres dari Partai Gerindra Prabowo Subianto.
Hayono sependapat dengan pernyataan Ketua Umum DPP Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang menegaskan partainya memiliki keterbatasan lantaran hanya memperoleh 10,19 persen pada Pemilu Legislatif (Pileg) 2014.
"Partai Demokrat itu partai besar, kita lihat tanggal 18 di rapimnas nanti. Artinya tidak semata-mata mencari kursi. Ada tiga pilihan dan pilihan itu harus dicermati," tuturnya.
Kendati demikian, dia mengaku ikhlas tidak menjadi pemenang pada konvensi capres Partai Demokrat. "Alhamdulillah puas, walaupun saya masih di bawah. Tapi saya merasa bersyukur bisa mengikuti konvensi," kata dia.
Seperti diketahui, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan terpilih sebagai pemenang konvensi calon presiden Partai Demokrat. Dari hasil survei di tiga lembaga survei, nama Dahlan ini menduduki peringkat teratas. Tiga lembaga survei itu yakni Lembaga Survei Indonesia (LSI), MarkPlus dan Populi Center.
"Jadi oposisi kenapa tidak?," kata Hayono di Kantor DPP Partai Demokrat, Kramat Raya, Jakarta Pusat, Jumat (16/5/2014).
Menurut dia, visi misi atau program partainya tidk sesuai dengan bakal capres dari PDIP Jokowi maupun bakal capres dari Partai Gerindra Prabowo Subianto.
Hayono sependapat dengan pernyataan Ketua Umum DPP Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang menegaskan partainya memiliki keterbatasan lantaran hanya memperoleh 10,19 persen pada Pemilu Legislatif (Pileg) 2014.
"Partai Demokrat itu partai besar, kita lihat tanggal 18 di rapimnas nanti. Artinya tidak semata-mata mencari kursi. Ada tiga pilihan dan pilihan itu harus dicermati," tuturnya.
Kendati demikian, dia mengaku ikhlas tidak menjadi pemenang pada konvensi capres Partai Demokrat. "Alhamdulillah puas, walaupun saya masih di bawah. Tapi saya merasa bersyukur bisa mengikuti konvensi," kata dia.
Seperti diketahui, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan terpilih sebagai pemenang konvensi calon presiden Partai Demokrat. Dari hasil survei di tiga lembaga survei, nama Dahlan ini menduduki peringkat teratas. Tiga lembaga survei itu yakni Lembaga Survei Indonesia (LSI), MarkPlus dan Populi Center.
(dam)