Prabowo tepat pilih Hatta dibanding SDA dan kader PKS

Jum'at, 16 Mei 2014 - 17:36 WIB
Prabowo tepat pilih...
Prabowo tepat pilih Hatta dibanding SDA dan kader PKS
A A A
Sindonews.com - Keputusan calon presiden (capres) dari Partai Gerindra, Prabowo Subianto, berduet dengan Hatta Rajasa dinilai sudah tepat. Duet dua pentolan partai itu dipandang sebagai pasangan alternatif untuk dipilih publik.

"Ini langkah yang paling baik," ujar pengamat politik dari Universitas Padjadjaran (Unpad) Muradi saat dihubungi, Jumat (16/5/2014).

Menurutnya, Hatta lebih mudah diterima publik dan kalangan pengusaha ketimbang Suryadharma Ali atau tiga kader PKS, masing-masing Anis Matta, Hidayat Nur Wahid, dan Ahmad Heryawan (Aher). "Empat orang ini tidak terlalu baik citranya di mata publik," ungkapnya.

Aher misalnya, dia dipandang hanya bagus citranya di Jawa Barat karena berposisi sebagai gubernur. "Aher bagus, tapi hanya di Jawa Barat. Sedangkan Indonesia kan bukan hanya Jawa Barat," cetusnya.

Begitu juga dengan Anis dan Hidayat yang dipandang kurang seksi untuk 'dijual'. Jika memilih salah seorang dari tiga kader PKS, raihan suara dinilai tidak akan signifikan. Mereka hanya akan didukung penuh pemilih PKS, tapi tidak dari pemilih partai lain.

Prabowo juga dipandang membuat kesalahan besar jika memilih Ketua Umum PPP Suryadharma Ali (SDA) sebagai cawapres. "Kalau dia memilih SDA, itu kesalahan luar biasa. Dosa luar biasa SDA itu menolak Ahmadiyah, Syiah, kemudian Islam minoritas. Itu mengganggu pemilih," jelas Muradi.

Duet Prabowo-Hatta bisa menggandeng banyak pemilih, karena dua sosok itu memiliki keunggulan masing-masing. Prabowo identik dengan kemampuan mengorganisasi militer, sedangkan Hatta dipandang sebagai sosok Islam sekaligus pengusaha.

"Tapi apakah nanti pasangan ini akan menang atau tidak? Ini satu pertanyaan serius," ucapnya.

Sebab Prabowo-Hatta memiliki nilai minus tersendiri yang bisa membuat publik ogah memilihnya. Prabowo selalu dikait-kaitkan dengan isu pelanggaran HAM. Sedangkan Hatta dikait-kaitkan dengan kasus tabrakan anaknya dan kasus lainnya.

"Pemilih menengah ke bawah mungkin tidak masalah (dengan kasus-kasus itu). Tapi pemilih cerdas akan beranggapan pasangan ini dianggap melanggar dan tidak patuh pada hukum," bebernya.

Dari sisi jumlah pemilih, Hatta dinilai tidak mampu mendongkrak raihan suara secara signifikan. Padahal Prabowo membutuhkan sosok yang bisa mendongkrak suaranya di daerah yang selama ini kurang mendukungnya.

"Jangkauan Hatta hanya sebatas Jawa dan Sumatera. Begitu dia ke Sulawesi, Kalimantan, Papua, masuk angin dia," tandas Muradi.
(hyk)
Berita Terkait
Jadwal dan Panggung...
Jadwal dan Panggung Debat Capres dan Cawapres 2024
Digelar 5 Kali, Berikut...
Digelar 5 Kali, Berikut Jadwal Debat Capres dan Cawapres 2024
Haedar Nashir: Debat...
Haedar Nashir: Debat Capres-Cawapres Jangan seperti Cerdas Cermat
Soal Debat Capres-Cawapres,...
Soal Debat Capres-Cawapres, Wapres: Capres Sendiri, Cawapres Sendiri
Debat Capres-Cawapres...
Debat Capres-Cawapres dan Capaian RPJMN Kesehatan
MK Tolak Gugatan Batas...
MK Tolak Gugatan Batas Usia Capres-Cawapres 35 Tahun
Berita Terkini
BEM PTNU: Komitmen Prabowo...
BEM PTNU: Komitmen Prabowo dalam Kasus Jampidsus Cerminkan Semangat Asta Cita
Menyorot Kebijakan Bahan...
Menyorot Kebijakan Bahan Bakar B50
Komjak Bakal Awasi Penanganan...
Komjak Bakal Awasi Penanganan Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
Prabowo: Pemimpin yang...
Prabowo: Pemimpin yang Anjurkan Bakar-bakar Itu Pemimpin Pengkhianat
PAN dan PDIP Desak Febrie...
PAN dan PDIP Desak Febrie Adriansyah Dihukum Mati, Gerindra Dorong Pengembalian Kerugian Keuangan Negara Secara Maksimal
Prabowo Sebut BUMN Sumber...
Prabowo Sebut BUMN Sumber Korupsi: Kembalikan Kekayaan Rakyat
Infografis
Perburuan Sepatu Emas...
Perburuan Sepatu Emas Piala Dunia 2026: Messi Dihantui Haaland dan Mbappe!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved