Dilirik Demokrat jadi capres, ini jawaban Sultan
Kamis, 15 Mei 2014 - 20:26 WIB
Dilirik Demokrat jadi capres, ini jawaban Sultan
A
A
A
Sindonews.com - Raja Kraton Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X tidak memiliki hasrat untuk menjadi kandidat calon presiden (capres) 2014-2019.
Hal itu dikatakan Sultan kepada wartawan saat ditanya mengenai tanggapan Partai Demokrat yang mewacanakan dirinya sebagai kandidat. "Nek aku nduwe kepinginan (kalau saya punya keinginan, pasti) sudah jalan-jalan ke parpol, kan tidak. Saya kan di rumah saja," kata Sultan di Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Kamis (15/5/2014).
Sultan mengaku siap diajak berdialog dengan partai politik manapun mengenai capres 2014. Namun sejauh ini belum ada pembicaraan serius dari parpol peserta pemilu. "Kan harus dialog dulu, dialog saja belum ada kok," ujar Gubernur DIY sejak 1998 hingga saat ini.
Saat ditanya apakah Sultan akan menanyakan tindak lanjut mengenai wacana 'pencapresan' dirinya pada Partai Demokrat ? Sultan justru balik bertanya. "Hak ku opo (hak saya apa), engak usah lah (menanyakan ke Partai Demokrat)," katanya.
Meski demikian, Sultan tetap akan mencermati dinamika politik . Dia tidak ingin berspekulasi mengenai wacana yang dilontarkan Partai Demokrat. "Ya nanti kita lihat perkembangannya, gitu ya," pungkasnya.
Sebelumnya, Partai Demokrat melirik Sultan untuk diusung menjadi capres. Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta itu dinilai memiliki elektabilitas yang dapat menyaingi Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo.
Hal itu dikatakan Sultan kepada wartawan saat ditanya mengenai tanggapan Partai Demokrat yang mewacanakan dirinya sebagai kandidat. "Nek aku nduwe kepinginan (kalau saya punya keinginan, pasti) sudah jalan-jalan ke parpol, kan tidak. Saya kan di rumah saja," kata Sultan di Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Kamis (15/5/2014).
Sultan mengaku siap diajak berdialog dengan partai politik manapun mengenai capres 2014. Namun sejauh ini belum ada pembicaraan serius dari parpol peserta pemilu. "Kan harus dialog dulu, dialog saja belum ada kok," ujar Gubernur DIY sejak 1998 hingga saat ini.
Saat ditanya apakah Sultan akan menanyakan tindak lanjut mengenai wacana 'pencapresan' dirinya pada Partai Demokrat ? Sultan justru balik bertanya. "Hak ku opo (hak saya apa), engak usah lah (menanyakan ke Partai Demokrat)," katanya.
Meski demikian, Sultan tetap akan mencermati dinamika politik . Dia tidak ingin berspekulasi mengenai wacana yang dilontarkan Partai Demokrat. "Ya nanti kita lihat perkembangannya, gitu ya," pungkasnya.
Sebelumnya, Partai Demokrat melirik Sultan untuk diusung menjadi capres. Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta itu dinilai memiliki elektabilitas yang dapat menyaingi Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo.
(dam)