Demokrat akan realistis tentukan arah politik
Kamis, 15 Mei 2014 - 19:14 WIB
Demokrat akan realistis tentukan arah politik
A
A
A
Sindonews.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan membuka pendaftaran bakal calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) pada 18 Mei mendatang.
Hingga kini masih ada tiga partai politik yang belum menentukan arah politiknya. Termasuk Partai Demokrat. Demokrat baru mengumumkan capresnya pada Jumat 16 Mei 2014 besok melalui konvensi Demokrat. Partai ini memiliki waktu yang sempit untuk menentukan pasangan capres dan cawapresnya.
Menurut Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat, Ramadhan Pohan, 11 peserta konvensi Demokrat atetap akan didorong menjadi capres, dengan syarat elektabilitasnya melampaui Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto.
Namun, faktanya elektabilitas 11 peserta konvensi masih tertinggal jauh dari keduanya. "Kami juga sangat realistis melihat itu (elektabilitas peserta konvensi)," kata Ramadhan saat diskusi bertema Menimbang Konvensi dan Arah Koalisi Partai Demokrat di Galeri Cafe, Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Kamis (15/5/2014).
Kendati berpikir realistis, kata dia, keputusan koalisi dan capres dan cawapres berada di tangan Ketua Umum Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Majelis tinggi partai.
"Keputusan ada di majelis tinggi yang diketuai Bapak SBY. Kalau sudah diserahkan ke Majelis Tinggi, dari (anggota Partai Demokrat) Sabang sampe Merauke akan mengikuti," ungkapnya.
Menurut dia, munculnya nama baru seperti Sri Sultan Hameng Kubuwono X bagian dari dinamika politik di internal Demokrat.
Sultan, kata dia, dianggap tokoh yang mampu menandingi elektabilitas dan popularitas Jokowi dan Prabowo. "Kita kan berangkat dari survei LSI (Lembaga Survei Indonesia) itu dengan pilihan elektabilitas pak Sultan bisa di atas (11 peserta konvensi), ya maka kita realistis aja," tungkasnya.
Hingga kini masih ada tiga partai politik yang belum menentukan arah politiknya. Termasuk Partai Demokrat. Demokrat baru mengumumkan capresnya pada Jumat 16 Mei 2014 besok melalui konvensi Demokrat. Partai ini memiliki waktu yang sempit untuk menentukan pasangan capres dan cawapresnya.
Menurut Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat, Ramadhan Pohan, 11 peserta konvensi Demokrat atetap akan didorong menjadi capres, dengan syarat elektabilitasnya melampaui Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto.
Namun, faktanya elektabilitas 11 peserta konvensi masih tertinggal jauh dari keduanya. "Kami juga sangat realistis melihat itu (elektabilitas peserta konvensi)," kata Ramadhan saat diskusi bertema Menimbang Konvensi dan Arah Koalisi Partai Demokrat di Galeri Cafe, Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Kamis (15/5/2014).
Kendati berpikir realistis, kata dia, keputusan koalisi dan capres dan cawapres berada di tangan Ketua Umum Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Majelis tinggi partai.
"Keputusan ada di majelis tinggi yang diketuai Bapak SBY. Kalau sudah diserahkan ke Majelis Tinggi, dari (anggota Partai Demokrat) Sabang sampe Merauke akan mengikuti," ungkapnya.
Menurut dia, munculnya nama baru seperti Sri Sultan Hameng Kubuwono X bagian dari dinamika politik di internal Demokrat.
Sultan, kata dia, dianggap tokoh yang mampu menandingi elektabilitas dan popularitas Jokowi dan Prabowo. "Kita kan berangkat dari survei LSI (Lembaga Survei Indonesia) itu dengan pilihan elektabilitas pak Sultan bisa di atas (11 peserta konvensi), ya maka kita realistis aja," tungkasnya.
(dam)