PPP ogah bicarakan poros baru

Sabtu, 10 Mei 2014 - 00:58 WIB
PPP ogah bicarakan poros...
PPP ogah bicarakan poros baru
A A A
Sindonews.com - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tidak tertarik dengan wacana poros koalisi baru yang belakangan santer diwacanakan. Karena, koalisi ke Partai Gerindra dan PDIP dinilai lebih menarik.

"Kita serahkan pada mekanisme yang ada saja," kata Wakil Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PPP Saifullah Tamliha kepada wartawan di Jakarta, Jumat 9 Mei 2014.

Tamliha mengakui, elite di internal partainya terbelah dalam menyikapi arah koalisi di pemilu presiden (pilpres) 9 Juli nanti. Kubu yang dimotori Ketua Umum DPP PPP Suryadharma Ali (SDA) ingin berkoalisi dengan Gerindra. Sementara kubu yang berseberangan ingin merapat ke PDIP.

"Jadi saat ini wacana yang berkembang mengaran ke dua itu," ungkap Tamliha.

Tamliha menjelaskan, SDA lebih tertarik memberikan dukungan kepada capres Gerindra Prabowo Subianto karena visi dan misi yang diusung punya kesamaan dengan PPP. Prabowo juga dianggap memiliki program yang jelas tentang arah pembangunan bangsa ke depan.

"Dia punya program jelas mau di bawa ke mana Indonesia. Yang terang-terangan mendukung Prabowo, Pak SDA," ucapnya.

Ketua DPW PPP Sulawesi Selatan Amir Uskara mengatakan, pilihan SDA kepada Prabowo tidak dapat dijadikan ukuran partainya bakal memberikan dukungan ke capres Gerindra itu. Amir menilai, Prabowo dan Jokowi punya peluang yang sama untuk mendapatkan dukungan dari PPP.

"Jadi sampai saat ini saya malihat keduanya punya peluang yang sama, meski SDA sudah ke Prabowo," katanya.

Dia menambahkan, pengurus partai yang punya hak suara untuk pengambilan keputusan di forum rapimnas sekira 38 orang. Sebanyak 33 orang di antaranya adalah Ketua DPW.

Di kalangan para ketua DPW dikatakan tidak seluruhnya mendukung arah koalisi PPP ke Prabowo seperti yang pernah diklaim oleh SDA saat melakukan pertemuan di Hotel JS Luwansa beberapa waktu yang lalu.
(mhd)
Berita Terkait
PPP Bertekad Jadikan...
PPP Bertekad Jadikan Kader sebagai Wapres Seperti Hamzah Haz, Pengamat: Harus Punya Tokoh Hebat
Dian Prasetio Dipercaya...
Dian Prasetio Dipercaya DPP PPP untuk Rangkul UMKM, Petani, dan Nelayan
Selamatkan PPP, FKPP...
Selamatkan PPP, FKPP Desak DPP Tindak Tegas Kader Pemecah Belah Partai
Jelang Muktamar, PPP...
Jelang Muktamar, PPP Buka Peluang Munculnya Figur Baru
Nama RTQ Tak Masuk Struktur...
Nama RTQ Tak Masuk Struktur Pimpinan Usulan Formatur DPC PPP Makassar
7 Fraksi PPP di Parlemen...
7 Fraksi PPP di Parlemen se-Sulsel Dapat Hak Suara di Muktamar IX
Berita Terkini
2 Wamen Kabinet Prabowo...
2 Wamen Kabinet Prabowo Terjerat Korupsi, Nomor 1 Divonis 4,5 Tahun Penjara
Perang Iran 20266: Ketika...
Perang Iran 20266: Ketika Diplomasi Berbicara dengan Bahasa Rudal
Prabowo akan Menerima...
Prabowo akan Menerima Surat Kepercayaan dari 17 Dubes pada 8 Juni 2026
Said Iqbal soal Sinyal...
Said Iqbal soal Sinyal Masuk Kabinet Prabowo: Kita Tunggu Pengumuman Resmi
3 Pati dan Pamen Dimutasi...
3 Pati dan Pamen Dimutasi Kapolri ke Kortastipidkor, Ada Irjen hingga Kombes Pol
7 Terdakwa Kasus Suap...
7 Terdakwa Kasus Suap Sertifikasi K3 Kemnaker Dihukum 4 hingga 6,5 Tahun Penjara
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved