KPU sebut rekapitulasi molor tak ganggu tahapan pilpres
Rabu, 07 Mei 2014 - 14:34 WIB
KPU sebut rekapitulasi molor tak ganggu tahapan pilpres
A
A
A
Sindonews.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) menilai meski rekapitulasi nasional hasil pemilu legislatif (pileg) berjalan lambat dan molor, tetapi hal itu tak menghambat proses tahapan pemilu lainnya.
Tahapan pemilu yang paling mendekat adalah tahapan pemilu presiden (pilpres). Komisioner KPU Ferry Kurnia Rizkiyansyah mengatakan, tahapan pilpres tetap berjalan seperti yang sudah dijadwalkan.
"Enggak (menghambat). Karena tanggal 18 Mei baru mekanisme pendaftaran (calon presiden dan wakil presiden). Kita masih tetap on time," ujar Ferry di Kantor KPU, Jakarta, Rabu (7/5/2014).
Memasuki hari ke-12 rekapitulasi nasional, KPU baru menyelesaikan rekapitulasi sebanyak 19 Provinsi dan masih menyisakan enam provinsi yang belum melakukan presentasi rekapitulasi. Sedangkan, sisanya ditunda karena masih dilakukan pencermatan ulang hasil pemilu di daerah.
KPU yang sedianya bakal menetapkan rekapitulasi pada 6 Mei kemarin, terpaksa harus mundur sampai 9 Mei 2014 mendatang. Hal itu untuk memberikan kesempatan kepada KPU provinsi memperbaiki kecocokan data hasil pemilu.
Tahapan pemilu yang paling mendekat adalah tahapan pemilu presiden (pilpres). Komisioner KPU Ferry Kurnia Rizkiyansyah mengatakan, tahapan pilpres tetap berjalan seperti yang sudah dijadwalkan.
"Enggak (menghambat). Karena tanggal 18 Mei baru mekanisme pendaftaran (calon presiden dan wakil presiden). Kita masih tetap on time," ujar Ferry di Kantor KPU, Jakarta, Rabu (7/5/2014).
Memasuki hari ke-12 rekapitulasi nasional, KPU baru menyelesaikan rekapitulasi sebanyak 19 Provinsi dan masih menyisakan enam provinsi yang belum melakukan presentasi rekapitulasi. Sedangkan, sisanya ditunda karena masih dilakukan pencermatan ulang hasil pemilu di daerah.
KPU yang sedianya bakal menetapkan rekapitulasi pada 6 Mei kemarin, terpaksa harus mundur sampai 9 Mei 2014 mendatang. Hal itu untuk memberikan kesempatan kepada KPU provinsi memperbaiki kecocokan data hasil pemilu.
(kri)