Wiranto: Jumlah kubu koalisi tak bisa diramalkan
Rabu, 07 Mei 2014 - 06:03 WIB
Wiranto: Jumlah kubu koalisi tak bisa diramalkan
A
A
A
Sindonews.com - Dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai Hanura belum mengerucutkan nama parpol yang akan menjadi mitra koalisi di Pilpres 2014.
Ketua Umum (Ketum) Partai Hanura Wiranto mengatakan ada beberapa keinginan dari peserta rapimnas agar Partai Hanura bisa berkoalisi dengan partai tertentu, namun hal itu tidak bisa dijadikan kesimpulan.
"Itu kan floor tadi, tapi dengan diserahkannya kepada ketua umum, tentu saya akan menunggu juga (perkembangan politik)," kata Wiranto usai rapimnas di Hotel Sultan, Jakarta, Selasa (6/5/2014) malam.
Kata dia, keinginan itu tidak bisa dijadikan keputusan karena sampai saat ini belum jelas berapa jumlah poros koalisi yang akan terbangun dalam Pilpres 2014.
"Perkembangan ini tidak bisa diramalkan. Tidak bisa diramalkan berapa kubu akan muncul, kita tidak bisa ramal berapa pengelompokkan parpol yang nanti mampu ajukan capres (dan) cawapresnya," terangnya.
Lanjut dia, sebagaimana telah dimandatkan kepadanya maka dirinya akan melihat perkembangan politik tanah air sebelum mengambil kesimpulan.
"(Lobi politik) masih berproses, kita kemudian tidak prematur untuk buat ramalan sendiri. Akan sangat tergantung bagaimana dinamika di lapangan," tuntasnya.
Ketua Umum (Ketum) Partai Hanura Wiranto mengatakan ada beberapa keinginan dari peserta rapimnas agar Partai Hanura bisa berkoalisi dengan partai tertentu, namun hal itu tidak bisa dijadikan kesimpulan.
"Itu kan floor tadi, tapi dengan diserahkannya kepada ketua umum, tentu saya akan menunggu juga (perkembangan politik)," kata Wiranto usai rapimnas di Hotel Sultan, Jakarta, Selasa (6/5/2014) malam.
Kata dia, keinginan itu tidak bisa dijadikan keputusan karena sampai saat ini belum jelas berapa jumlah poros koalisi yang akan terbangun dalam Pilpres 2014.
"Perkembangan ini tidak bisa diramalkan. Tidak bisa diramalkan berapa kubu akan muncul, kita tidak bisa ramal berapa pengelompokkan parpol yang nanti mampu ajukan capres (dan) cawapresnya," terangnya.
Lanjut dia, sebagaimana telah dimandatkan kepadanya maka dirinya akan melihat perkembangan politik tanah air sebelum mengambil kesimpulan.
"(Lobi politik) masih berproses, kita kemudian tidak prematur untuk buat ramalan sendiri. Akan sangat tergantung bagaimana dinamika di lapangan," tuntasnya.
(lns)