Caleg Golkar bawa setumpuk bukti kecurangan ke Bawaslu

Rabu, 30 April 2014 - 16:41 WIB
Caleg Golkar bawa setumpuk...
Caleg Golkar bawa setumpuk bukti kecurangan ke Bawaslu
A A A
Sindonews.com - Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) yang juga calon legislatif (caleg) Partai Golkar, Leo Nababan didampingi kuasa hukumnya JS Simatupang melaporkan dugaan kecurangan pemilu kepada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

Leo membawa 'setumpuk' bukti terkait kecurangan pada saat pemungutan dan penghitungan hasil pemilu legislatif (pileg) dilaksanakan 9 April 2014 lalu.

Pada kasusnya, berdasarkan penghitungan rekapitulasi form C1 yang diperoleh timnya diketahui tak sesuai dengan siaran pers yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Sumatera Utara.

"Saya datang di Bawaslu dengan protes keras. Karena kami ke Bawaslu membawa bukti-bukti nyata," kata Leo di Gedung Bawaslu, Jakarta, Rabu (30/4/2014).

Atas dugaan kasus kecurangan itu, Leo meminta Bawaslu segera bertindak. Ia pun berharap KPU pusat mencermati dengan mengambil alih penghitungan suara hasil pileg di Daerah Pemilihan Sumatera Utara I.

"Untuk itu saudara tahu semua saya mantan lulusan Lemhanas. Motto Lemhanas jelas, Tan Hana Darma Mangrwa, tidak ada kebenaran yang mendua," ujarnya.

Untuk menjelaskan kasus kecurangan pemilu di Dapil Sumatera Utara I, kuasa hukum Leo, Simatupang menjelaskan, seharusnya kliennya mendapatkan suara terbanyak dengaan perolehan sekira 61.390. Namun justru Leo mendapatkan suara sekira 36.585. Jumlah itu hanya meliputi Tebing Tinggi sebesar 2.109, Serdang Bedagai 9.049, Deli Serdang 14.401 Medan 11.026.

"Maka temuan kami suara Ir Leo Nababan hilang sebesar 24.805 dari wilayah kota Medan saja, belum lagi dari dua kabupaten dan satu kota lainnya," ungkap Simatupang.

Untuk diketahui, Leo yang bernomor urut 1 bertarung di Dapil Sumut I bersama nama-nama beken seperti Meutya Hafid (Golkar), Ruhut Poltak Sitompul (Demokrat), Tifatul Sembiring (PKS), Prananda Surya Paloh serta Hasrul Azwar (PPP).
(kri)
Berita Terkait
Aliansi Mahasiswa Laporkan...
Aliansi Mahasiswa Laporkan Pengaduan dalam Pelanggaran Pemilu
3 Hal yang Dilarang...
3 Hal yang Dilarang di Masa Tenang Pemilu, Berikut Sanksinya
Ketidaknetralan Bukti...
Ketidaknetralan Bukti Ketidakmampuan dan Takut Kalah Pilpres 2024
Bawaslu Susun Rancangan...
Bawaslu Susun Rancangan Peraturan Investigasi Pelanggaran Pemilu
Begini Alur Laporan...
Begini Alur Laporan Terkait Dugaan Pelanggaran Pemilu
Tekan Pelanggaran, Bawaslu...
Tekan Pelanggaran, Bawaslu Luncurkan Indeks Kerawanan Pemilu
Berita Terkini
Sidang Banding Nadiem...
Sidang Banding Nadiem Makarim Digelar 5 Agustus 2026
Menaker: Pemerintah...
Menaker: Pemerintah Komitmen Cegah PHK dengan Berbagai Program Nyata
Update! 36 Kapolda Se-Indonesia...
Update! 36 Kapolda Se-Indonesia usai Pelantikan oleh Kapolri Juli 2026, Ini Nama-namanya
Korban Penipuan Haji...
Korban Penipuan Haji Ilegal Capai 3.550 Orang, DPR Desak Kemenhaj Perkuat Pengawasan
Profil Irjen Totok Suharyanto,...
Profil Irjen Totok Suharyanto, Kakortastipidkor Polri yang Ungkap Megakorupsi Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah
Tantangan Tata Kelola...
Tantangan Tata Kelola Pemerintahan Daerah dan Ketahanan Nasional
Infografis
Curacao, Negara Terkecil...
Curacao, Negara Terkecil yang Lolos ke Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved