RY dipecat, massa PPP Bogor tuntut SDA mundur
Kamis, 17 April 2014 - 17:06 WIB
RY dipecat, massa PPP Bogor tuntut SDA mundur
A
A
A
Sindonews.com - Keputusan Ketua Umum DPP PPP Suryadharma Ali (SDA) yang melakukan pemecatan terhadap Rachmat Yasin, sebagai salah satu Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) yang dipecat, menuai reaksi dari kader partai berlambang Kakbah di wilayah Bogor.
Sedikitnya 30 orang yang tergabung dalam Front Pembebasan PPP berunjukrasa di kawasan Tugu Kujang, Kota Bogor menuntut SDA mundur dari jabatannya.
"Kami sepakat dengan apa yang diperjuangkan 26 DPW PPP adalah aspirasi atau keinginan akar rumput," kata Kordinator Pembebasan PPP Didi Furqon Firdaus, di Bogor, Kamis (17/4/2014).
"Karena kampanye SDA di Gelora Bung Karno merupakan melukai partai. Disaat kami berjuang dan mendapat dukungan masyarakat. Kok ada, ketua partai hadir dalam kampanye partai lain," imbuhnya.
Padahal 26 DPW tersebut maksudnya hanya ingin meminta penjelasan terhadap SDA terkait alasan ikut berkampanye bersama Partai Gerindra di Gelora Bung Karno (GBK), Jakata.
"Apa yg diperjuangkan 26 DPW itu suara hati kami. Kami hanya ingin meminta penjelasan alasan ikut kampanye di Partai Gerindra itu. Sekarang mosi tidak percaya 26 DPW tersebut malah di respon oleh sikap arogansi SDA dengan melakukan pemecatan terhadap empat pimpinan DPW, salah satunya pak Rachmat Yasin," tegasnya.
Para pengunjukrasa yang terdiri dari kader PPP Jawa Barat, Kota/Kabupaten Bogor serta organisasi Gerakan Pemuda Ka'bah (GPK) itu sempat membuat arus lalu lintas di kawasan Tugu Kujang macet parah.
Kordinator Pembebasan PPP mendesak agar menghentikan segala pelacuran politik yang mengatasnamakan PPP. "Front pembebasan PPP cukup prihatin dengan segala manuver SDA yang kami pandang merugikan PPP se-Indonesia," katanya.
Tak hanya itu, menurutnya segala langkah keputusan SDA dengan mengeluarkan surat keputusan pemecatan sangat inkonstitusional, karena tidak mungkin kader-kader di wilayah bereaksi tanpa adanya aksi yang dilakukan oleh SDA.
"Atas nama kekeliruan yang dilakukan oleh SDA, kami menyatakan kembalikan jati diri PPP kepada kader-kader yang sudah berjuang membela harkat martabat partai," tegasnya.
Sedikitnya 30 orang yang tergabung dalam Front Pembebasan PPP berunjukrasa di kawasan Tugu Kujang, Kota Bogor menuntut SDA mundur dari jabatannya.
"Kami sepakat dengan apa yang diperjuangkan 26 DPW PPP adalah aspirasi atau keinginan akar rumput," kata Kordinator Pembebasan PPP Didi Furqon Firdaus, di Bogor, Kamis (17/4/2014).
"Karena kampanye SDA di Gelora Bung Karno merupakan melukai partai. Disaat kami berjuang dan mendapat dukungan masyarakat. Kok ada, ketua partai hadir dalam kampanye partai lain," imbuhnya.
Padahal 26 DPW tersebut maksudnya hanya ingin meminta penjelasan terhadap SDA terkait alasan ikut berkampanye bersama Partai Gerindra di Gelora Bung Karno (GBK), Jakata.
"Apa yg diperjuangkan 26 DPW itu suara hati kami. Kami hanya ingin meminta penjelasan alasan ikut kampanye di Partai Gerindra itu. Sekarang mosi tidak percaya 26 DPW tersebut malah di respon oleh sikap arogansi SDA dengan melakukan pemecatan terhadap empat pimpinan DPW, salah satunya pak Rachmat Yasin," tegasnya.
Para pengunjukrasa yang terdiri dari kader PPP Jawa Barat, Kota/Kabupaten Bogor serta organisasi Gerakan Pemuda Ka'bah (GPK) itu sempat membuat arus lalu lintas di kawasan Tugu Kujang macet parah.
Kordinator Pembebasan PPP mendesak agar menghentikan segala pelacuran politik yang mengatasnamakan PPP. "Front pembebasan PPP cukup prihatin dengan segala manuver SDA yang kami pandang merugikan PPP se-Indonesia," katanya.
Tak hanya itu, menurutnya segala langkah keputusan SDA dengan mengeluarkan surat keputusan pemecatan sangat inkonstitusional, karena tidak mungkin kader-kader di wilayah bereaksi tanpa adanya aksi yang dilakukan oleh SDA.
"Atas nama kekeliruan yang dilakukan oleh SDA, kami menyatakan kembalikan jati diri PPP kepada kader-kader yang sudah berjuang membela harkat martabat partai," tegasnya.
(maf)