Sekjen PPP tegaskan tidak ada SK pemecatan

Kamis, 17 April 2014 - 11:12 WIB
Sekjen PPP tegaskan...
Sekjen PPP tegaskan tidak ada SK pemecatan
A A A
Sindonews.com - Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) M Romahurmuziy membantah kabar adanya pemecatan satu Wakil Ketua Umum (Waketum), empat Dewan Perwakilan Wilayah (DPW) dan Sekretaris DPW.

Pria yang akrab disapa Romi ini menyampaikan DPP PPP tidak pernah menerbitkan surat apapun yang terkait dengan pemecatan fungsionaris partai di tingkatan manapun.

"Berdasarkan agenda, surat keputusan terkait organisasi partai diterbitkan terakhir pada tanggal 20 Februari 2014. Setelah itu tidak ada lagi SK yang diterbitkan oleh DPP PPP," kata Romi melalui pesan tertulisnya, Kamis (17/4/2014).

Romi juga menekankan, partainya memiliki aturan dalam memberhentikan setiap kadernya dan telah tercantum di dalam anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART).

"Antara lain didahului tiga kali surat peringatan dan didahului pemberhentian sementara, serta dilaksanakan dalam forum Rapat Pengurus Harian DPP," tuturnya.

Dengan demikian, dia menegaskan apabila ada surat pemberhentian dari partai, itu bukan dari DPP PPP. "Saya pastikan seluruh prosedur itu belum dilalui. Sehingga kalaupun ada surat yang beredar, berarti itu surat ilegal yang tidak bisa dipertanggungjawabkan," pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, kisruh internal PPP berujung pemecatan satu Wakil Ketua Umum (Waketum) dan empat ketua dewan pimpinan wilayah (DPW) serta satu sekretaris DPW.

Waketum yang dipecat ialah Suharso Manoarfa, sementara empat Ketua DPW ialah Ketua DPW Jawa Barat Rahmat Yasin, Ketua DPW Jawa Timur Musyaffa Noer, Ketua DPW Sumatera Utara Fadli Nursal, Ketua DPW Sulawesi Selatan Amir Uskara, dan Sekretaris DPW Kalimantan Tengah Awaludin Noor.

"Sudah sesuai (aturan)," kata Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) PPP Syaifullah Tamliha saat dihubungi wartawan, Rabu 16 April 2014.

Dia menyampaikan, pemecatan ini telah disepakati oleh pimpinan partai berbasis massa Islam tersebut. "Tanda tangan ketua umum dan saya," ujarnya.

Alasannya, mereka dianggap telah melakukan tindakan yang dinilainya bisa merusak harkat dan martabat partai pimpinan Suryadharma Ali (SDA) tersebut. "Sudah keterlaluann tidak menjaga harkat martabat PPP, di saat hitung suara ketua DPW itu ada di Jakarta, urus dulu daerah masing-masing," tuturnya.
(dam)
Berita Terkait
PPP Bertekad Jadikan...
PPP Bertekad Jadikan Kader sebagai Wapres Seperti Hamzah Haz, Pengamat: Harus Punya Tokoh Hebat
Dian Prasetio Dipercaya...
Dian Prasetio Dipercaya DPP PPP untuk Rangkul UMKM, Petani, dan Nelayan
Selamatkan PPP, FKPP...
Selamatkan PPP, FKPP Desak DPP Tindak Tegas Kader Pemecah Belah Partai
Jelang Muktamar, PPP...
Jelang Muktamar, PPP Buka Peluang Munculnya Figur Baru
Nama RTQ Tak Masuk Struktur...
Nama RTQ Tak Masuk Struktur Pimpinan Usulan Formatur DPC PPP Makassar
7 Fraksi PPP di Parlemen...
7 Fraksi PPP di Parlemen se-Sulsel Dapat Hak Suara di Muktamar IX
Berita Terkini
Tingginya Kasus Kanker...
Tingginya Kasus Kanker Paru: Tantangan Skrining, Diagnosis, hingga Akses Terapi
Andi Azwan: Sikap Roy...
Andi Azwan: Sikap Roy Suryo Tempuh Praperadilan Tindakan Pengecut
Tegaskan MBG Lanjut...
Tegaskan MBG Lanjut Terus, Hashim: Tak Berhenti sampai Berhasil
Aliansi Mahasiswa Menjawab...
Aliansi Mahasiswa Menjawab Desak Penguatan Pasal 33 UUD 1945 Hadapi Tantangan Global
Dicap Penyusup oleh...
Dicap Penyusup oleh Roy Suryo saat Sidang Praperadilan, Suhadi Beberkan Kejanggalan Materi Gugatan
UI Kembangkan RehatPod,...
UI Kembangkan RehatPod, Solusi Isi Ulang Energi bagi Masyarakat Urban
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved