Jokowi diminta jelaskan pertemuan dengan dubes asing

Rabu, 16 April 2014 - 02:55 WIB
Jokowi diminta jelaskan...
Jokowi diminta jelaskan pertemuan dengan dubes asing
A A A
Sindonews.com — Pertemuan antara calon presiden (capres) dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Joko Widodo atau Jokowi dengan sejumlah duta besar (dubes) dinilai tidak etis.

Pengamat media UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Iswandi Syahputra menilai pertemuan itu membuka penafsiran intervensi asing dalam proses pemilihan presiden dan wakil presiden.

Dia menduga pertemuan tersebut pasti terkait pencalonan Jokowi sebagai capres PDIP. “Pertemuan tersebut tidak etis bahkan dapat melukai rasa independensi Indonesia sebagai negara yang merdeka dan berdaulat secara politik,” ungkap Iswandi melalui siaran pers yang diterima Sindonews, Selasa 15 April 2014.

Menurut dia, Jokowi terlalu gegabah bertemu dengan sejumlah duta besar negara yang memiliki kepentingan bisnis besar di Indonesia. Pertemuan lebih baik dilakukan saat Jokowi telah terpilih sebagai presiden.

Dia mengakui tidak ada yang melarang Jokowi bertemu siapa saja. Namun pertemuan tersebut menjadi peristiwa politik karena dilakukan Jokowi sebelum pemilihan presiden. Iswandi menilai, pertemuan tersebut dapat memunculkan spekulasi negatif untuk Jokowi. Misalnya dipandang sebagai ajang transaksi politik dan bisnis. "Ini sungguh mengherankan sekali," katanya.

Iswandi meminta Jokowi menjelaskan secara jujur maksud pertemuan tersebut. “Jika rakyat tidak dapat menerima penjelasan Jokowi terhadap pertemuan tersebut, maka benar bahwa kejujuran dan nasionalisme yang digembor Jokowi itu hanya komoditas politik untuk pencitraan belaka,” tutur Iswandi.

Pada Senin 14 April 2014, Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri dan okowi melakukan pertemuan dengan beberapa duta besar (dubes) luar negeri. Pertemuan itu dihadiri beberapa dubes yang memiliki hubungan bilateral dengan Indonesia. Hadir diantaranya Duta Besar AS dan Cina. Pertemuan itu dilakukan di Kediaman Jacob Soetojo di Jalan Sircon, Permata Hijau, Jakarta Selatan.
(dam)
Berita Terkait
Jadwal dan Panggung...
Jadwal dan Panggung Debat Capres dan Cawapres 2024
Digelar 5 Kali, Berikut...
Digelar 5 Kali, Berikut Jadwal Debat Capres dan Cawapres 2024
Haedar Nashir: Debat...
Haedar Nashir: Debat Capres-Cawapres Jangan seperti Cerdas Cermat
Soal Debat Capres-Cawapres,...
Soal Debat Capres-Cawapres, Wapres: Capres Sendiri, Cawapres Sendiri
Debat Capres-Cawapres...
Debat Capres-Cawapres dan Capaian RPJMN Kesehatan
MK Tolak Gugatan Batas...
MK Tolak Gugatan Batas Usia Capres-Cawapres 35 Tahun
Berita Terkini
Pengamat Kebijakan Publik...
Pengamat Kebijakan Publik Apresiasi Arah Baru BGN, Transparansi dan Refocusing MBG
Waka BGN Sony Sonjaya...
Waka BGN Sony Sonjaya Ajukan Justice Collaborator, Kejagung Bakal Periksa Pekan Depan
Penampakan Andri Mulyono...
Penampakan Andri Mulyono Pakai Rompi Tahanan usai Jadi Tersangka Baru Pengadaan Motor Listrik BGN
Kejagung: Tersangka...
Kejagung: Tersangka Andri Mulyono Mark up Pengadaan Motor Listrik BGN
Tepis Isu Menguntungkan...
Tepis Isu Menguntungkan Kapolri, Pakar: UU Polri Baru Berpihak pada Kepentingan Publik
Refly Harun Pertanyakan...
Refly Harun Pertanyakan Nasib Kasus Roy Suryo Cs: Sudah 30 Kali Wajib Lapor, Kasus Belum Jelas
Infografis
10 Negara dengan Tingkat...
10 Negara dengan Tingkat Pendidikan Tertinggi di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved