Ini faktor yang mendongkrak suara Gerindra
Kamis, 10 April 2014 - 21:41 WIB
Ini faktor yang mendongkrak suara Gerindra
A
A
A
Sindonews.com - Berdasarkan hasil penghitungan cepat (quick count) perolehan suara Pemilu 2014, Gerindra menempati posisi ketiga. Suara partai itu diprediksi jauh meningkat dibandingkan pemilu lima tahun lalu.
Pengamat Politik Universitas Indonesia (UI) Agung Suprio menilai, ada beberapa hal yang membuat suara Partai Gerindra naik. Pertama, Prabowo berhasil mengemas diri untuk tampil lebih baik dalam berbagai forum dan kemudian dipublikasikan secara luas di berbagai media, baik media massa maupun media sosial.
"Kini, Prabowo juga lebih terbuka kepada media, dibandingkan sebelum-sebelumnya. Bukan itu saja, akun Prabowo di media sosial di-like atau di-follow oleh jutaan masyarakat di mana Prabowo dapat menyampaikan gagasannya tanpa batasan waktu," kata Agung, Kamis (10/4/2014).
Seperti diketahui, pada Pemilu 2009 Gerindra hanya mendapat 4,4 persen. Sementara berdasarkan hitung cepat sejumlah lembaga survei, perolehan suara Gerindra pada Pemilu 2014 rmencapai hampir 12 persen.
Agung mengatakan kampanye hitam yang ditujukan kepada Partai Gerindra maupun pribadi Prabowo, tidak mempan. "Memang banyak sekali serangan black campaign maupun kampanye negatif terhadap Prabowo. Namun karena ada manajemen krisis yang sangat responsif, maka kampanye hitam ini bisa ditangani dengan baik," tuturnya.
Dia menuturkan, justru kampanye hitam itu makin menguatkan posisi Prabowo dan melemahkan lawan politiknya yang menyerang. "Yang mendapatkan simpatinya adalah Prabowo. Sebaliknya penyebar atau pun yang menyuruh kampanye hitam justru menerima antipati publik. Ini karena ada tim media yang efektif dalam mengelola setiap serangan black campaign, termasuk menciptakan counter attack kepada kompetitor," paparnya.
Selain beberapa faktor itu, menurut dia, Partai berlambang kepala garuda itu pun memiliki manajemen publikasi yang cukup baik.
Menurut dia, publikasi yang luas atas pernyataan Prabowo yang berkarakter dalam berbagai kampanye, menyatakan akan memberantas korupsi dan memperkuat institusi KPK, berdikari atau berdiri di kaki sendiri, memberdayakan ekonomi desa, telah berhasil menancapkan image bahwa Gerindra adalah partai perubahan dan merupakan antitesis terhadap partai penguasa.
Pengamat Politik Universitas Indonesia (UI) Agung Suprio menilai, ada beberapa hal yang membuat suara Partai Gerindra naik. Pertama, Prabowo berhasil mengemas diri untuk tampil lebih baik dalam berbagai forum dan kemudian dipublikasikan secara luas di berbagai media, baik media massa maupun media sosial.
"Kini, Prabowo juga lebih terbuka kepada media, dibandingkan sebelum-sebelumnya. Bukan itu saja, akun Prabowo di media sosial di-like atau di-follow oleh jutaan masyarakat di mana Prabowo dapat menyampaikan gagasannya tanpa batasan waktu," kata Agung, Kamis (10/4/2014).
Seperti diketahui, pada Pemilu 2009 Gerindra hanya mendapat 4,4 persen. Sementara berdasarkan hitung cepat sejumlah lembaga survei, perolehan suara Gerindra pada Pemilu 2014 rmencapai hampir 12 persen.
Agung mengatakan kampanye hitam yang ditujukan kepada Partai Gerindra maupun pribadi Prabowo, tidak mempan. "Memang banyak sekali serangan black campaign maupun kampanye negatif terhadap Prabowo. Namun karena ada manajemen krisis yang sangat responsif, maka kampanye hitam ini bisa ditangani dengan baik," tuturnya.
Dia menuturkan, justru kampanye hitam itu makin menguatkan posisi Prabowo dan melemahkan lawan politiknya yang menyerang. "Yang mendapatkan simpatinya adalah Prabowo. Sebaliknya penyebar atau pun yang menyuruh kampanye hitam justru menerima antipati publik. Ini karena ada tim media yang efektif dalam mengelola setiap serangan black campaign, termasuk menciptakan counter attack kepada kompetitor," paparnya.
Selain beberapa faktor itu, menurut dia, Partai berlambang kepala garuda itu pun memiliki manajemen publikasi yang cukup baik.
Menurut dia, publikasi yang luas atas pernyataan Prabowo yang berkarakter dalam berbagai kampanye, menyatakan akan memberantas korupsi dan memperkuat institusi KPK, berdikari atau berdiri di kaki sendiri, memberdayakan ekonomi desa, telah berhasil menancapkan image bahwa Gerindra adalah partai perubahan dan merupakan antitesis terhadap partai penguasa.
(dam)