Golkar bentuk tim advokasi dan tim etik

Rabu, 09 April 2014 - 01:49 WIB
Golkar bentuk tim advokasi...
Golkar bentuk tim advokasi dan tim etik
A A A
Sindonews.com - Partai Golkar menyiapkan tim advokasi dan tim etik di setiap tingkatan baik tingkat kabupaten, kota, provinsi maupun pusat. Hal ini untuk mengantisipasi terjadinya perselisihan pasca pelaksanaan pemilu.

"Kami menyiapkan advokasi kepada caleg-caleg kalau nanti ada masalah di lapangan," ujar Ketua Umum Badan Koordinasi Pemenangan Pemilu (BKPP) Sharif Cicip Sutarjo, di Kantor DPP Partai Golkar, Selasa 8 April kemarin.

Selain tim advokasi, pihaknya juga menyiapkan saksi-saksi untuk seluruh tempat pemungutan suara (TPS) di Indonesia untuk menganstisipasi terjadinya kecurangan. Rinciannya, satu saksi dari DPP Golkar dan relawan para caleg baik DPR RI maupun DPD tingkat 1 dan 2.

"Sehingga total saksi ada 2-4 orang baik di dalam maupun di luar bilik suara. Saksi akan menyaksikan dengan baik proses pemungutan hingga penghitungan termasuk mendapatkan form C1," ujarnya.

Sekjen DPP Partai Golkar Idrus Marham mengatakan, pihaknya sudah membentuk tim advokasi di setiap tingkatan untuk menangani masalah yang muncul pada saat pemilu. "Kita punya aturan dan berjalan mengikuti masalah yang ada. Kita bentuk di semua tingkatan. Ini tentu bilamana ada masalah antar caleg," jelasnya.

Sedangkan tim kode etik, kata dia, akan mencermati bilamana internal partai seperti sesama caleg Golkar ada masalah. "Kalau eksternal akan dihadapi oleh tim advokasi. Kalau internal sesama caleg diselesaikan oleh tim etik," ucapnya.

Ketua Harian BKPP ini juga menginstruksikan kepada para saksi untuk menjaga surat suara karena salah satu titik rawan munculnya kecurangan ada di TPS. Dengan demikian, titik rawan terjadinya kecurangan dapat diatasi. "Kita tahu ada beberapa proses kegiatan di TPS mulai dari pemungutan hingga penghitungan kertas suara," ucapnya.

Agar pelaksanaan pemilu berjalan damai, dia mengimbau kepada seluruh caleg dan seluruh partai peserta pemilu tidak melakukan serangan fajar. "Saya minta kepada para caleg untuk kerja bersih dan tidak melakukan tindakan yang tidak terpuji dengan jual beli suara," ucapnya.

Sementara itu, Ketua Media Center BKPP Erwin Aksa mengatakan, untuk mengawal jalannya pemungutan suara, Golkar telah menyiapkan 570.000 saksi yang akan memonitor dan memberikan informasi bila dianggap penting terkait pelaksanaan pemilu. Termasuk juga pengadaan call center sehingga kecurangan bisa segera diatasi. "Jika terjadi kecurangan selanjutnya menyiapkan tim advokasi," tandasnya.
(hyk)
Berita Terkait
HUT ke-57 Partai Golkar...
HUT ke-57 Partai Golkar Bertema Bersatu untuk Menang
Bahlil Lahadalia Tegaskan...
Bahlil Lahadalia Tegaskan Soliditas Kader di HUT ke-61 Partai Golkar
Persiapan Jelang Perayaan...
Persiapan Jelang Perayaan HUT Ke-61 Partai Golkar
Soal Peluang Golkar...
Soal Peluang Golkar Ubah AD/ART untuk Jokowi Maju Ketum, Aburizal Bakrie: Bisa Saja jika Daerah Mau
Pembukaan Rapimnas Partai...
Pembukaan Rapimnas Partai Golkar
Tasyakuran HUT Ke-57...
Tasyakuran HUT Ke-57 Partai Golkar
Berita Terkini
Imigrasi Nonaktifkan...
Imigrasi Nonaktifkan Pejabat yang Diperiksa KPK, Pastikan Pelayanan Publik Tetap Berjalan
Dua Truk Towing Masuk...
Dua Truk Towing Masuk Rumah Silmy Karim saat KPK Lakukan Penggeledahan
Panitia Mubes Kosgoro...
Panitia Mubes Kosgoro 1957 Terima Dokumen Lengkap Caketum La Ode Safiul Akbar
Islah Bahrawi Mengaku...
Islah Bahrawi Mengaku Dapat Intimidasi dari OTK, Rumah Diintai hingga Aktivitasnya Dibuntuti
Bahaya Romantisasi Oligarki...
Bahaya Romantisasi Oligarki Putih
Penunjukan Kepala BGN...
Penunjukan Kepala BGN Baru Dinilai Tepat untuk Membenahi MBG
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved