Melempem, Bawaslu bisa ciptakan anarkisme pemilu
Selasa, 08 April 2014 - 12:33 WIB
Melempem, Bawaslu bisa ciptakan anarkisme pemilu
A
A
A
Sindonews.com - Sejumlah kelompok masyarakat yang tergabung dalam Gerakan Dekrit Rakyat Indonesia (GDRI) menekankan kepada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) agar melaksanakan tugas sesuai dengan tanggung jawabnya.
Hal ini mereka sampaikan untuk memastikan tidak ada kecurangan seperti manipulasi, politik uang dan praktik intimidasi atau kekerasan pada Pemilu 2014.
"Kami menyerukan Badan Pengawas Pemilu agar melaksanakan tugasnya secara optimal, tegas, kritis dan tanpa pandang bulu," kata Anggota GDRI Chalid Muhammad dalam keterangan persnya di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (8/4/2014).
Mereka berpendapat, langkah Bawaslu yang bekerja secara maksimal sesuai kewenangannya mampu mencegah kemungkinan terjadinya aksi anarkisme paska pesta demokrasi ini.
"Bawaslu yang melempem, tidak tegas dan lamban dapat berpotensi memunculkan anarkisme pemilu," terangnya.
Selain Bawaslu, mereka juga meminta masyarakat untuk aktif dan berani melaporkan kecurangan pemilu kepada panitia pengawas maupun melalui gerakan pengawasan yang mereka bentuk.
"(Berharap masyarakat) aktif melaporkan segala bentuk kecurangan dan kekerasan dalam pemilu pada pihak-pihak yang berkompeten," pungkasnya.
Hal ini mereka sampaikan untuk memastikan tidak ada kecurangan seperti manipulasi, politik uang dan praktik intimidasi atau kekerasan pada Pemilu 2014.
"Kami menyerukan Badan Pengawas Pemilu agar melaksanakan tugasnya secara optimal, tegas, kritis dan tanpa pandang bulu," kata Anggota GDRI Chalid Muhammad dalam keterangan persnya di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (8/4/2014).
Mereka berpendapat, langkah Bawaslu yang bekerja secara maksimal sesuai kewenangannya mampu mencegah kemungkinan terjadinya aksi anarkisme paska pesta demokrasi ini.
"Bawaslu yang melempem, tidak tegas dan lamban dapat berpotensi memunculkan anarkisme pemilu," terangnya.
Selain Bawaslu, mereka juga meminta masyarakat untuk aktif dan berani melaporkan kecurangan pemilu kepada panitia pengawas maupun melalui gerakan pengawasan yang mereka bentuk.
"(Berharap masyarakat) aktif melaporkan segala bentuk kecurangan dan kekerasan dalam pemilu pada pihak-pihak yang berkompeten," pungkasnya.
(kri)