RRI gelar quick count pemilu

Senin, 07 April 2014 - 19:53 WIB
RRI gelar quick count...
RRI gelar quick count pemilu
A A A
Sindonews.com - Pemungutan dan penghitungan suara pemilu legislatif akan digelar dua hari lagi. Untuk memberikan informasi hasil perhitungan suara, Komisi Pemilihan Umum (KPU) membolehkan masyarakat, baik perorangan maupun kelompok, mengikuti hasil hitung cepat (quick count) pemilu.

Tak mau kalah dengan organisasi lembaga survei, Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (RRI) bakal menggelar quick count secara akurat. RRI akan mengolah hitungan cepat pemilu legislatif di 2.000 TPS di Indonesia.

"Kepentingannya, kita memberikan informasi akurat, tepat dan cepat. Dengan android ini kita akan lebih cepat mengolah dari 2.000 TPS, dan secepat mungkin masyarakat bisa mengetahui hasil pemilu legislatif," kata Dirut LPP RRI Niken Widiastuti, dalam keterangan pers, kepada wartawan, di Jakarta, Senin (7/4/2014).

Menurut Niken, quick count yang dihadirkan nanti akan berfungsi sebagai pembanding dari hasil quick count yang ada seperti yang dilakukan lembaga survei maupun quick count dari media massa lainnya. Dia berjanji kegiatan hitung cepat itu akan dilakukan secara ilmiah dan independen.

"Quick count RRI ini menjadi ilmiah dan independen. Tahun 2009, dengan 7.500 kontributor hasil RRI mendekati KPU," ungkapnya.

Bahkan, RRI yang disubsidi negara itu mengklaim akan melakukan hitung cepat berdasarkan metedologi baru sekaligus menjadi terobosan mengawal kesukesesan pemilu 2014 yang belum pernah dibuat sebelumnya.

Selain itu, tujuan lain adalah memberikan informasi, pendidikan politik bagi masyarakat khususnya pemilih pemula, kontrol sosial, sosialisasi perundangan dan sosialisasi tahapan mekanisme pemilu.

"Dengan adanya pendidikan pendidikan learning organization, RRI terus mengadakan terobosan-terobosan. Kita bisa melakukan quick count, dan itu lebih canggih dan secanggih lembaga survei lainnya," tutupnya.
(maf)
Berita Terkait
Survei Ungkap Pentingnya...
Survei Ungkap Pentingnya Sentuhan Manusia di Era Adopsi AI oleh Brand di Indonesia
Laboratorium Psikologi...
Laboratorium Psikologi Politik UI Rilis Survei Nasional, Polarisasi Politik Di Indonesia: Mitos Atau Fakta
Rilis Survei ARSC: Titik...
Rilis Survei ARSC: Titik Tengah Demokrasi Indonesia Menuju Pemilu 2024
Hasil Survei ASI, Elektabilitas...
Hasil Survei ASI, Elektabilitas Prabowo dan Ganjar Kejar-kejaran di Basis NU Jawa Timur
Gibran jadi Kandidat...
Gibran jadi Kandidat Cawapres Paling Populer Versi Survei LSI Denny JA
Survei Indikator: Erick...
Survei Indikator: Erick Thohir Cawapres dengan Tingkat Elektabilitas Paling Stabil Tumbuh Positif
Berita Terkini
Sari Yuliati Terpilih...
Sari Yuliati Terpilih sebagai Ketum PPK Kosgoro 1957 Periode 2026-2031
Prabowo Berulang Kali...
Prabowo Berulang Kali Ingatkan Jajarannya, Tugas Berat adalah Melawan Korupsi
Kasus dr Tifa dan Roy...
Kasus dr Tifa dan Roy Suryo P-21, Akankah Polemik Ijazah Berakhir di Pengadilan?
Sangkal Menkeu dan Gubernur...
Sangkal Menkeu dan Gubernur BI Diganti, Mensesneg: Justru Harus Kita Perkuat
Usai Silmy Karim Ditahan...
Usai Silmy Karim Ditahan KPK, Kursi Wamen Imipas Dibiarkan Kosong
Kasus Korupsi MBG Jadi...
Kasus Korupsi MBG Jadi Alarm Integritas Yayasan, PFI Dorong Audit dan Pengawasan Ketat
Infografis
Driver Online Gelar...
Driver Online Gelar Aksi Mogok Massal se-Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved