Anas bongkar dana Pilpres 2009 terkait SBY
Senin, 07 April 2014 - 16:12 WIB
Anas bongkar dana Pilpres 2009 terkait SBY
A
A
A
Sindonews.com - Mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum kembali menyinggung soal dana Pemilihan Presiden (Pilpres) 2009. Menurut Anas, saat Pilpres 2009, Demokrat mengusung Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)-Boediono sebagai calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres).
"Kalau soal dana Pilres 2009 terkait nyapres-nya Pak SBY ya benar. Jadi kalau dibilang saya menyerang Pak SBY, saya bilang memang iya, hanya untuk memberikan respons apa yang saya alami dari sikap dan tindakan SBY," kata Anas di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Senin (7/4/2014).
Anas tak memungkiri ada penyumbang fiktif dalam Pilpres 2009 lalu. Menurutnya, tugas KPK untuk menyelidiki apakah benar atau tidak. "Justru saya sampaikan, kalau ada di dalam daftar itu orang yang ditulis menyumbang (tapi) tidak menyumbang berarti kan ada sumber dana sesunguhnya kan yang tidak tercatat di situ," ucap Anas.
"Sumber dana yang lain, itulah yang perlu diselidiki, apakah ada kaitan dengan Century atau tidak, bukan tugas saya. Tugas saya adalah memberikan data, informasi, yang valid dan otentik yang benar, bukan yang bisa membuat fitnah dan inisiasi, itu bukan hobi saya," imbuhnya.
Anas membantah, melakukan kampanye hitam kepada Partai Demokrat menjelang pemilu. Anas bercerita, salah satu temannya mengkonfirmasi, apakah sengaja menyerang partai pimpinan SBY.
"Saya bilang tidak ada rumusnya Anas menyerang Demokrat, pertama Anas pernah menjadi Ketua Umum Demokrat, yang kedua sahabat Anas sedang nyaleg di DPR, DPRD, jadi tidak ada nyerang Partai Demokrat," tegasnya.
Anas sebut Cikeas lebih dekat ke Hambalang
"Kalau soal dana Pilres 2009 terkait nyapres-nya Pak SBY ya benar. Jadi kalau dibilang saya menyerang Pak SBY, saya bilang memang iya, hanya untuk memberikan respons apa yang saya alami dari sikap dan tindakan SBY," kata Anas di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Senin (7/4/2014).
Anas tak memungkiri ada penyumbang fiktif dalam Pilpres 2009 lalu. Menurutnya, tugas KPK untuk menyelidiki apakah benar atau tidak. "Justru saya sampaikan, kalau ada di dalam daftar itu orang yang ditulis menyumbang (tapi) tidak menyumbang berarti kan ada sumber dana sesunguhnya kan yang tidak tercatat di situ," ucap Anas.
"Sumber dana yang lain, itulah yang perlu diselidiki, apakah ada kaitan dengan Century atau tidak, bukan tugas saya. Tugas saya adalah memberikan data, informasi, yang valid dan otentik yang benar, bukan yang bisa membuat fitnah dan inisiasi, itu bukan hobi saya," imbuhnya.
Anas membantah, melakukan kampanye hitam kepada Partai Demokrat menjelang pemilu. Anas bercerita, salah satu temannya mengkonfirmasi, apakah sengaja menyerang partai pimpinan SBY.
"Saya bilang tidak ada rumusnya Anas menyerang Demokrat, pertama Anas pernah menjadi Ketua Umum Demokrat, yang kedua sahabat Anas sedang nyaleg di DPR, DPRD, jadi tidak ada nyerang Partai Demokrat," tegasnya.
Anas sebut Cikeas lebih dekat ke Hambalang
(maf)