Nasib tenaga honorer dan guru bantu memprihatinkan

Jum'at, 04 April 2014 - 15:52 WIB
Nasib tenaga honorer...
Nasib tenaga honorer dan guru bantu memprihatinkan
A A A
Sindonews.com - Minimnya perhatian pemerintah terhadap nasib tenaga honorer dan guru bantu menjadi alasan Partai Amanat Nasional (PAN) untuk untuk fokus pada isu ketenagakerjaan.

Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PAN Teguh Juwarno mengungkapkan, tenaga honorer selama ini belum mendapatkan tunjangan dan gaji yang layak. Banyak di daerah yang kondisi tenaga honorer dan guru bantu sangat memprihatinkan karena hanya digaji Rp200 ribu setiap bulan.

"Yang harus dilakukan adalah pengakuan status dan pendekatan kesejahteraan. Mereka harus dapat prioritas untuk pengangkatan sesuai kriteria," ujar Teguh di Jakarta, Jumat (4/4/2014).

Dia mengatakan, PAN melalui perwakilannya yang ada di DPR selain fokus memperjuangan di bidang pendidikan, juga fokus di bidang kesehatan dan pelayanan masyarakat. Perjuangan ini dilakukan dengan menggandeng partai lain yang ada perwakilannya di DPR.

Sementara itu, di luar DPR, PAN melakukan advokasi dan mendampingi mereka berjuang ke DPR dan pemerintah. Bahkan, kata Teguh, di level birokrat, menteri dari PAN juga membuat kebijakan yang mendukung sikap tersebut.

"Sekarang sebagian tenaga honorer telah terangkat, terutama yang berstatus K2. Namun memang ada persoalan besar di database. Setiap kali ada pendataan, jumlah langsung melonjak," ucapnya.

Senada dengan Teguh Juwarno, Wakil Ketua Komisi II DPR Hakam Naja, pernah menyatakan, pihaknya bersama Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PANRB) yang dipimpin kader PAN Azwar Abubakar, sudah mencari solusi terbaik untuk honorer K2 yang tidak lolos seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS).

Bahkan, dikatakan olehnya, dalam kesempatan rapat kerja di DPR, menteri sudah berjanji memprioritaskan honorer K2 yang tidak lolos CPNS untuk ikut tes sebagai pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK). "Sudah ada prioritas. Ini salah satu solusi yang memberikan afirmasi pada tenaga honorer," tukas Hakam.

Berita:
Persyaratan pengangkatan tenaga honorer K2 jadi PNS
(kur)
Berita Terkait
Tunjangan Guru Belum...
Tunjangan Guru Belum Cair? Periksa Kembali Nomor Rekening
Aturan Kenaikan Tunjangan...
Aturan Kenaikan Tunjangan Guru Non-ASN Terbit, Begini Mekanisme Pencairannya
Kemendikdasmen Targetkan...
Kemendikdasmen Targetkan Penyaluran Tunjangan Guru Tuntas Jelang HGN 2025
Kabar Baik, TPG Guru...
Kabar Baik, TPG Guru Madrasah Mulai Dicairkan Pekan Ini, Proses SKAKPT Dipercepat
TPG Guru Cair Bulanan...
TPG Guru Cair Bulanan Mulai 2026, Anggaran Capai Rp72,2 Triliun
Begini Tahapan Penyaluran...
Begini Tahapan Penyaluran Tunjangan Guru, TPG dan TKG
Berita Terkini
PKS Minta Fenomena Calon...
PKS Minta Fenomena Calon Mahasiswa Tidak Daftar Ulang di PTN Jadi Evaluasi SPMB 2026
Gugat Polda Metro Jaya,...
Gugat Polda Metro Jaya, Roy Suryo: Penangkapannya Melanggar HAM seperti Film G30S/PKI
Roy Suryo Hadiri Sidang...
Roy Suryo Hadiri Sidang Perdana Praperadilan: Tidak Ada Upaya untuk Memperlambat Peristiwa Utamanya
Kapolri: Hari Bhayangkara...
Kapolri: Hari Bhayangkara ke-80 Jadi Evaluasi untuk Wujudkan Harapan Warga
Kemenhaj Sebut 90% Jemaah...
Kemenhaj Sebut 90% Jemaah Haji Sudah Tiba di Tanah Air
Dari Cinta Menjadi Luka:...
Dari Cinta Menjadi Luka: Kekerasan Berpacaran Perspektif Psikologi
Infografis
Perburuan Sepatu Emas...
Perburuan Sepatu Emas Piala Dunia 2026: Messi Dihantui Haaland dan Mbappe!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved