'Sangat bahaya jika semua puji-puji Jokowi'

Rabu, 02 April 2014 - 13:22 WIB
Sangat bahaya jika semua...
'Sangat bahaya jika semua puji-puji Jokowi'
A A A
Sindonews.com - Media massa pada saat ini dianggap telah terpolarisasi secara alami menanggapi penunjukan Joko Widodo alias Jokowi sebagai calon presiden (capres) oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Polarisasi media, antara yang mendukung dan tidak mendukung pencalonan Jokowi sebagai capres, dinilai positif oleh Direktur Eksekutif Media Literacy Circle Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta Iswandi Syahputra.

"Sangat berbahaya jika semua media memuja dan memuji Jokowi. Memang harus ada media yang berani bersikap kritis pada Jokowi. Jadi media tidak perlu malu mendukung atau tidak mendukung Jokowi sebagai capres dalam politik pemberitaannya. Polarisasi ini positif untuk publik," ujar Iswandi dalam keterangan tertulisnya kepada Sindonews, Rabu (2/4/2014).

Menurutnya, polarisasi ini bukan suatu masalah. Selama media menyajikan fakta dan data objektif, bukan opini yang subjektif.

Publik juga tidak boleh terlalu lama larut dalam euforia mantan Wali Kota Solo yang terpilih menjadi Gubernur DKI Jakarta tersebut. Karena sebelum Jokowi ditunjuk Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri maju sebagai capres, tidak ada media yang bersikap kritis. "Situasinya mirip seperti Pemilu 2004. Saat itu SBY yang menjadi media darling," contoh Iswandi.

Polarisasi media yang mendukung dan tidak mendukung Jokowi, menurut Iswandi, berdasarkan analisis isi terhadap enam media cetak nasional yang dilakukan Media Literacy Circle, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, yang dirilis pekan lalu. Riset analisis isi media tersebut dimaksudkan untuk menemukan peta pemberitaan media terhadap pencalonan Jokowi sebagai capres.

Penelitian dilakukan pada tanggal 13-22 Maret 2014 atau dua hari sebelum hingga seminggu penetapan Jokowi sebagai capres PDIP. "Tanggal 14 Maret saat Jokowi menyatakan maju sebagai calon Presiden seperti menjadi peluit bagi polarisasi pemberitaan media tersebut," ucap mantan anggota Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat ini.

Dari tone pemberitaan media massa yang diteliti, ada media yang mem-framing Jokowi secara positif dan negatif. Namun ada juga media yang malu-malu kucing dalam sikapnya. "Seakan ingin netral padahal cenderung mendukung Jokowi," ujar Iswandi.
(hyk)
Berita Terkait
Jadwal dan Panggung...
Jadwal dan Panggung Debat Capres dan Cawapres 2024
Digelar 5 Kali, Berikut...
Digelar 5 Kali, Berikut Jadwal Debat Capres dan Cawapres 2024
Haedar Nashir: Debat...
Haedar Nashir: Debat Capres-Cawapres Jangan seperti Cerdas Cermat
Soal Debat Capres-Cawapres,...
Soal Debat Capres-Cawapres, Wapres: Capres Sendiri, Cawapres Sendiri
Debat Capres-Cawapres...
Debat Capres-Cawapres dan Capaian RPJMN Kesehatan
MK Tolak Gugatan Batas...
MK Tolak Gugatan Batas Usia Capres-Cawapres 35 Tahun
Berita Terkini
KPK Tahan 3 Tersangka...
KPK Tahan 3 Tersangka Kasus Suap Dana Hibah Pokmas Jawa Timur
Mendagri Apresiasi 10...
Mendagri Apresiasi 10 Calon Wisudawan Terbaik IPDN Angkatan XXXIII dari Beragam Latar Belakang
Apresiasi Penunjukan...
Apresiasi Penunjukan Sudaryono sebagai Kepala BGN, Amos Simanjuntak: Pilihan Tepat
Perludem Usulkan MMP,...
Perludem Usulkan MMP, Partai Perindo Sebut Jadi Alternatif Solutif Reformasi Pemilu
Kepala BGN Sudaryono:...
Kepala BGN Sudaryono: Kami Bukan Superman, Siap Terima Masukan
Dirjen Imigrasi Sebut...
Dirjen Imigrasi Sebut Pencekalan Febrie Adriansyah Masih Berlaku
Infografis
9 Poin Penegasan Rektor...
9 Poin Penegasan Rektor UGM terkait Ijazah Jokowi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved