PPP tidak ambil pusing survei LKP

Selasa, 01 April 2014 - 17:39 WIB
PPP tidak ambil pusing...
PPP tidak ambil pusing survei LKP
A A A
Sindonews.com - Hasil survei Lembaga Klimatologi Politik (LKP) menyebut hanya 19,2 persen pemilih pemula yang memilih partai politik (parpol) berbasis massa Islam. Hasil survei menunjukkan pemilih pemula lebih menyukai parpol nasionalis.

Partai Persatuan Pembangunan (PPP) sebagai salah satu parpol peserta pemilu berbasis massa Islam menanggapi biasa saja hasil survei tersebut. "Survei boleh saja bermacam-macam ya tapi kami seluruhnya mendekati elemen masyarakat, termasuk anak muda," kata Ketua Fraksi PPP Hasrul Azwar saat dihubungi wartawan, Selasa (1/4/2014).

Dia juga tidak mempersoalkan apabila hasil survei menyebut parpol Islam kurang bisa merangkul pemilih pemula sehingga keterpilihannya kalah dengan partai nasionalis.

"Saya katakan survei bisa saja bicara macam-macam tapi kami merangkul semua elemen yang ada, yang tumbuh, berkembang di masyarakat. Pemuda, ulama, wanita, tokoh adat, semua kami rangkul," tuturnya.

Kendati begitu, dia mempertanyakan apam yang menjadi dasar survei tersebut. "Kalau dia (LKP) bilang kurang ya itu, mungkin hak dia namun saya juga tidak mengerti apa dasarnya menyebutkan hal tersebut," pungkasnya.

Sekadar informasi, hasil survei LKP menunjukkan suara pemilih pemula untuk partai Islam hanya 19,2 persen sementara partai nasionalis 77 persen.

Berikut hasil survei LKP soal pemilih pemula:

1. Partai Golkar: 22,9 persen
2. PDIP: 20,4 persen
3. Partai Gerindra: 15,6 persen
4. Partai Hanura: 8,4 persen
5. Partai Demokrat: 6,1 persen
6. PAN: 5,4 persen
7. PKB: 4,8 persen
8. PKS: 4,2 persen
9. Partai NasDem: 3,6 persen
10. PPP: 3,6 persen
11. PBB: 1,2 persen
tidak bersikap: 3,8 persen
(dam)
Berita Terkait
Dian Prasetio Dipercaya...
Dian Prasetio Dipercaya DPP PPP untuk Rangkul UMKM, Petani, dan Nelayan
PPP Bertekad Jadikan...
PPP Bertekad Jadikan Kader sebagai Wapres Seperti Hamzah Haz, Pengamat: Harus Punya Tokoh Hebat
Selamatkan PPP, FKPP...
Selamatkan PPP, FKPP Desak DPP Tindak Tegas Kader Pemecah Belah Partai
Jelang Muktamar, PPP...
Jelang Muktamar, PPP Buka Peluang Munculnya Figur Baru
7 Fraksi PPP di Parlemen...
7 Fraksi PPP di Parlemen se-Sulsel Dapat Hak Suara di Muktamar IX
Nama RTQ Tak Masuk Struktur...
Nama RTQ Tak Masuk Struktur Pimpinan Usulan Formatur DPC PPP Makassar
Berita Terkini
Sempat Diragukan, Menhaj...
Sempat Diragukan, Menhaj Klaim Haji 2026 Jadi Salah Satu Penyelenggaraan Terbaik dalam Sejarah
MUI Desak Koruptor Dihukum...
MUI Desak Koruptor Dihukum Mati: Beri Efek Jera, Menyengsarakan Rakyat
Menyambut Modi, Mengingat...
Menyambut Modi, Mengingat Janji Pluralisme India
Pengadaan Gembok Lapas...
Pengadaan Gembok Lapas Rp92,5 M, Ditjenpas: Bukan Gembok Biasa dan Dirancang Khusus
PM India Akan ke Indonesia...
PM India Akan ke Indonesia Bertemu Prabowo, Bahas Ketahanan Pangan hingga Pertahanan
FSP BUMN Bersatu Sebut...
FSP BUMN Bersatu Sebut Gelombang PHK Cerminkan Persoalan Struktural Ekonomi Nasional
Infografis
Batas Aman Makan Kue...
Batas Aman Makan Kue Lebaran Biar Berat Badan Tidak Naik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved