Reaktif, Jokowi tak jauh beda dengan SBY

Selasa, 01 April 2014 - 08:12 WIB
Reaktif, Jokowi tak...
Reaktif, Jokowi tak jauh beda dengan SBY
A A A
Sindonews.com - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) diminta untuk mengurungkan niatnya menggugat media massa yang menayangkan iklan dengan slogan 'Kutagih janjimu'. Sebab, jika hal itu dilakukan elektabilitas calon presiden (Capres) PDIP dinilai sedang dipertaruhkan.

Pakar Komunikasi Politik Universitas Pelita Harapan (UPH), Emrus Sihombing memprediksi, elektabilitas Jokowi akan merosot tajam jika dirinya merealisasikan tuntutannya terkait iklan yang ditayangkan sejumlah stasiun televisi swasta tersebut.

"Langkah hukum yang diambil saya kira akan menyerang balik dan salah alamat. Andaikan itu dia lakukan itu bisa menjadi blunder menurunkan citra Jokowi. Saya minta Jokowi untuk mengurungkan niatnya," ujarnya ketika dihubungi Sindonews, Selasa (1/4/2014).

Menurutnya, sebagai calon simbol kepala negara seharusnya Jokowi memberikan pelajaran politik bukan malah bersikap reaktif. Jika langkah hukum dilakukan, lanjutnya, tidak ada bedanya Jokowi dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang membentuk tim kuasa hukum dan melayangkan sejumlah somasi.

"Justru SBY tak menuai hasil baik, dia mendapat kritik. Jangan sampai terjadi pada Jokowi yang dialami SBY kemarin. Sebagai calon pemimpin negara, berpikirnya pada level visi-misi, berbicara pada moral, keselamatan bangsa. Jangan lagi levelnya sedikit-sedikit tuntut-menuntut," tandasnya.

Seperti diketahui, muncul iklan anonim di televisi soal Jokowi. Iklan itu berisi beragam persoalan yang masih melilit Jakarta mulai banjir, macet, ketidaklayakan kondisi bus Transjakarta yang berkarat, korupsi dan persoalan lainnya.

Menjelang akhir iklan tersebut menampilkan sosok Jokowi yang akan tetap mengabdi di ibu kota selama lima tahun. Iklan ini pun ditutup dengan kalimat, 'Kutagih Janjimu'.

Saat kampanye di Cianjur beberapa waktu lalu, Jokowi mengaku akan mendiskusikan dengan partainya apakah perlu mengajukan gugatan atau tidak soal iklan tersebut lantaran ia merasa dirugikan karena iklan itu.

"Sedang didiskusikan. Nanti kemungkinan Senin akan ada keputusannya. Pertama, itu negative campaign. Kedua, iklan itu menggunakan wajah saya tanpa izin," kata Jokowi.
(kri)
Berita Terkait
Jadwal dan Panggung...
Jadwal dan Panggung Debat Capres dan Cawapres 2024
Digelar 5 Kali, Berikut...
Digelar 5 Kali, Berikut Jadwal Debat Capres dan Cawapres 2024
Haedar Nashir: Debat...
Haedar Nashir: Debat Capres-Cawapres Jangan seperti Cerdas Cermat
Soal Debat Capres-Cawapres,...
Soal Debat Capres-Cawapres, Wapres: Capres Sendiri, Cawapres Sendiri
Debat Capres-Cawapres...
Debat Capres-Cawapres dan Capaian RPJMN Kesehatan
MK Tolak Gugatan Batas...
MK Tolak Gugatan Batas Usia Capres-Cawapres 35 Tahun
Berita Terkini
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Segera Disidang, Ini Respons Pengacara Jokowi
Gelar OTT, KPK Tangkap...
Gelar OTT, KPK Tangkap Kepala Kantor Imigrasi Jakarta Barat
Ujian Kapasitas Negara,...
Ujian Kapasitas Negara, Bukan Sekadar Kasus Korupsi
Kejagung Geledah Kantor...
Kejagung Geledah Kantor BGN Terkait Dugaan Jual Beli SPPG
KOWANI Gelar KLB, Upaya...
KOWANI Gelar KLB, Upaya Selamatkan Tata Kelola dan Integritas Organisasi
Kantor BGN Digeledah...
Kantor BGN Digeledah Kejagung setelah Dadan Dicopot, Dasco: Kita Serahkan kepada Aparat
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved