Aneh jika Jokowi tuntut iklan berisi fakta

Selasa, 01 April 2014 - 07:34 WIB
Aneh jika Jokowi tuntut...
Aneh jika Jokowi tuntut iklan berisi fakta
A A A
Sindonews.com - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) yang mempertimbangkan langkah hukum terkait iklan dengan slogan 'Kutagih janjimu' yang menyerang dan menyudutkannya menuai kritik.

Pakar Komunikasi Politik Universitas Pelita Harapan (UPH), Emrus Sihombing mengatakan, merupakan sikap yang berlebihan jika Jokowi menempuh jalur hukum terhadap media massa yang menayangkan iklan tersebut.

"Harusnya bukan menuntut secara jalur hukum, justru yang dilihat adalah apakah isi iklan itu berbohong atau tidak. Nah, kalau memang iklan itu fakta justru itu memberi pendidikan politik bagi masyarakat," ujarnya ketika dihubungi Sindonews, Selasa (1/4/2014).

Menurutnya, menjadi aneh jika Jokowi menuntut iklan yang memang menayangkan kenyataan sebenarnya. Faktanya, belum genap dua tahun memimpin Jakarta, Jokowi justru mencalonkan diri sebagai calon presiden (Capres) PDIP.

"Bahwa ketika dia mengatakan akan menyelesaikan tugasnya lima tahun di DKI, kalau itu itu sudah disampaikan di ranah publik dan diliput oleh media, otomatis itu menjadi milik publik. Kalau pun iklan itu sumbernya anonim, sepanjang itu fakta, saya pikir tidak ada masalah," tegasnya.

Ia juga menilai, pengiklan atau media massa yang menayangkan iklan 'Kutagih janjimu' tak perlu meminta izin Jokowi. Sepanjang pernyataan itu sudah disampaikan secara terbuka di depan publik.

"Penyampaian pesan komunikasi politik, bisa disampaikan melalui berita, artikel, bisa juga lewat iklan. Iklan itu salah satu teknik yang bisa kita gunakan untuk menyampaika dan menyebarkan informasi kepada masyarakat. Apalagi itu memang pernah diucapkan oleh Jokowi di media dan tersebar di sosial media," pungkasnya.

Seperti diketahui, muncul iklan anonim di televisi soal Jokowi. Iklan itu berisi beragam persoalan yang masih melilit Jakarta mulai banjir, macet, ketidaklayakan kondisi bus Transjakarta yang berkarat, korupsi dan persoalan lainnya.

Menjelang akhir iklan tersebut menampilkan sosok Jokowi yang akan tetap mengabdi di ibu kota selama lima tahun. Iklan ini pun ditutup dengan kalimat, 'Kutagih Janjimu."

Saat kampanye di Cianjur beberapa waktu lalu, Jokowi mengaku akan mendiskusikan dengan partainya apakah perlu mengajukan gugatan atau tidak soal iklan tersebut lantaran ia merasa dirugikan karena iklan itu.

"Sedang didiskusikan. Nanti kemungkinan Senin akan ada keputusannya. Pertama, itu negative campaign. Kedua, iklan itu menggunakan wajah saya tanpa izin," kata Jokowi.
(kri)
Berita Terkait
Jadwal dan Panggung...
Jadwal dan Panggung Debat Capres dan Cawapres 2024
Digelar 5 Kali, Berikut...
Digelar 5 Kali, Berikut Jadwal Debat Capres dan Cawapres 2024
Haedar Nashir: Debat...
Haedar Nashir: Debat Capres-Cawapres Jangan seperti Cerdas Cermat
Soal Debat Capres-Cawapres,...
Soal Debat Capres-Cawapres, Wapres: Capres Sendiri, Cawapres Sendiri
Debat Capres-Cawapres...
Debat Capres-Cawapres dan Capaian RPJMN Kesehatan
MK Tolak Gugatan Batas...
MK Tolak Gugatan Batas Usia Capres-Cawapres 35 Tahun
Berita Terkini
Cerita Prabowo tentang...
Cerita Prabowo tentang 2 Angka Keberuntungan di Hidupnya: 8 dan 13 Selalu Muncul
Pesantren dan AI, Cucun...
Pesantren dan AI, Cucun Tekankan Pentingnya Etika serta Nilai Keagamaan dalam Teknologi
Partai Perindo Minta...
Partai Perindo Minta Presiden Prabowo Perkuat Demokrasi melalui Revisi UU Pemilu
Pengamat: Seskab Teddy...
Pengamat: Seskab Teddy Punya Kapasitas untuk Dipercaya Presiden Prabowo
Seleksi Hakim Agung...
Seleksi Hakim Agung 2026 Berlanjut, 36 Kandidat Jalani Penelusuran Rekam Jejak
Roy Suryo Sentil Rismon...
Roy Suryo Sentil Rismon Sianipar yang Ungkit Lagi Kasus Panci: Perkara Sudah Inkrah
Infografis
5 Fakta Jeffrey Epstein:...
5 Fakta Jeffrey Epstein: dari Guru Tanpa Ijazah hingga Dugaan Agen Mossad
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved