Persoalkan iklan, Jokowi dianggap alergi kritik

Selasa, 01 April 2014 - 05:04 WIB
Persoalkan iklan, Jokowi...
Persoalkan iklan, Jokowi dianggap alergi kritik
A A A
Sindonews.com - Beberapa hari terakhir muncul iklan anonim yang isinya menagih janji Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) untuk menyelesaikan masa jabatannya selama lima tahun di DKI Jakarta.

Akibat iklan tersebut, dikabarkan mantan Wali Kota Solo itu marah dan berencana melaporkan pihak-pihak yang memproduksi dan menayangkan iklan tersebut.

Direktur Sinergi Masyarakat untuk Demokrasi Indonesia (Sigma), Said Salahuddin mengatakan, Jokowi boleh-boleh saja menempuh jalur hukum apabila merasa dirugikan dengan penayangan iklan anonim 'Kutagih Janjimu'.

"Saya kira sah-sah saja jika beliau ingin menempuh jalur hukum apabila merasa dirugikan atas adanya penayangan iklan itu. Tetapi jika ingin menyoalnya, sebaiknya yang dipersoalkan cukup mengenai masalah izin itu saja," ujarnya dalam rilis yang diterima Sindonews, Senin 31 Maret 2014.

Ia menilai, kalau Jokowi juga hendak menyoal konten iklan tersebut, dikhawatirkan dia justru akan dianggap sebagai calon pemimpin yang tidak demokratis karena alergi pada kritik.

"Kecuali jika Jokowi memang merasa tidak pernah berjanji akan memimpin Jakarta selama lima tahun," tegasnya.

Seperti diketahui, muncul iklan anonim di televisi soal Jokowi. Iklan itu berisi beragam persoalan yang masih melilit Jakarta mulai banjir, macet, ketidaklayakan kondisi bus Transjakarta yang berkarat, korupsi dan persoalan lainnya.

Menjelang akhir iklan tersebut menampilkan sosok Jokowi yang akan tetap mengabdi di ibu kota selama lima tahun. Iklan ini pun ditutup dengan kalimat, "Ku Tunggu Janjimu."

Saat kampanye di Cianjur beberapa waktu lalu, Jokowi mengaku akan mendiskusikan dengan partainya apakah perlu mengajukan gugatan atau tidak soal iklan tersebut lantaran ia merasa dirugikan karena iklan itu.

"Sedang didiskusikan. Nanti kemungkinan Senin akan ada keputusannya. Pertama, itu negative campaign. Kedua, iklan itu menggunakan wajah saya tanpa izin," kata Jokowi.
(kri)
Berita Terkait
Jadwal dan Panggung...
Jadwal dan Panggung Debat Capres dan Cawapres 2024
Digelar 5 Kali, Berikut...
Digelar 5 Kali, Berikut Jadwal Debat Capres dan Cawapres 2024
Haedar Nashir: Debat...
Haedar Nashir: Debat Capres-Cawapres Jangan seperti Cerdas Cermat
Soal Debat Capres-Cawapres,...
Soal Debat Capres-Cawapres, Wapres: Capres Sendiri, Cawapres Sendiri
Debat Capres-Cawapres...
Debat Capres-Cawapres dan Capaian RPJMN Kesehatan
MK Tolak Gugatan Batas...
MK Tolak Gugatan Batas Usia Capres-Cawapres 35 Tahun
Berita Terkini
Info Dadan dan 2 Eks...
Info Dadan dan 2 Eks Wakil Kepala BGN Diperiksa di Gedung Bundar, Kejagung Siapkan Tim Dokter
Jadi Kepala BGN, Nanik...
Jadi Kepala BGN, Nanik S Deyang: Amanah dan Tanggung Jawab Berat
Pimpinan BGN Dicopot,...
Pimpinan BGN Dicopot, LPI: :Langkah Tepat untuk Selamatkan Program Prioritas Nasional
OTT di Imigrasi Jakbar...
OTT di Imigrasi Jakbar Terkait Pengurusan Izin Tinggal WNA
OTT di Imigrasi Jakbar,...
OTT di Imigrasi Jakbar, KPK Tangkap Belasan Orang dan Sita Kendaraan hingga Emas
KPK OTT Pejabat Imigrasi...
KPK OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, Menteri Imipas: Baguslah, Sekalian Kita Berbenah
Infografis
4 Presiden Indonesia...
4 Presiden Indonesia Lahir Bulan Juni, Soekarno hingga Jokowi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved