Jelang coblos sampai rekapitulasi kecurangan makin masif

Selasa, 01 April 2014 - 05:39 WIB
Jelang coblos sampai...
Jelang coblos sampai rekapitulasi kecurangan makin masif
A A A
Sindonews.com - Kecurangan pemilu akan semakin masif menjelang pemungutan suara hingga rekapitulasi suara. Pasalnya setiap proses tersebut berpotensi dimanfaatkan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk memperbesar perolehan suaranya.

Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini mengatakan, menjelang pemilu terutama di pagi hari atau malam sebelumnya perlu diantisipasi politik uang. Hal ini dikarenakan politik uang dalam bentuk serangan fajar biasanya masif dilakukan oleh para calon legislator (caleg) demi memperoleh dukungan.

Selain itu, proses penghitungan suara di tempat pemungutan suara (TPS) juga tetap memiliki kerentanan kecurangan. Meskipun diketahui proses penghitungan dilakukan secara transparan dan terbuka. Apalagi setiap parpol juga memiliki saksi namun tidak berarti kecurangan akan hilang begitu saja.

“Lalu, lebih rawan lagi adalah pergerakan kotak suara dari TPS ke PPS. Yang perlu diwaspadai adalah daerah-daerah terpencil dan pedalaman serta kondisi geografisnya sulit,” ungkapnya kepada KORAN SINDO, kemarin.

Kemudian proses rekapitulasi suara juga dinilai rawan terjadi kecurangan. Itu disebabkan proses rekapitulasi hanya dihadiri oleh orang-orang yang berkepentingan. “Rekapitulasi PPS-PPK ini tidak terlalu banyak orang. Apalagi pengalaman sebelumnya kecurangan pada tahapan ini masih dapat dilakukan tentu berpotensi,” katanya.

Kecurangan rekapitulasi suara sangat bergantung pada komitmen dari peserta pemilu dan penyelenggara pemilu. Menurut Titi jika salah satu dari kedua pihak tersebut tidak memiliki komitmen pemilu yang jujur dan adil (jurdil), maka dapat dipastikan akan terjadi manipulasi suara.

“Kalau tidak kuat kontrol KPU dan pesrta serta masyarakat maka akan masuk angin. Jadi baik peserta maupun menyelenggara jangan saling menggoda,” tuturnya.

Meskipun demikian proses rekapitulasi akan lebih baik jika dibandingkan pemilu sebelumnya. Pasalnya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengklaim petugas KPPS proses rekruitmennya lebih baik. Selain itu juga kembalinya sistem coblos akan lebih memudahkan rekapitulasi.

Titi meminta masyarakat ikut aktif mengawasi. Tidak saja pada saat pemungutan dan penghitungan suara di TPS, melainkan juga harus ada elemen-elemen masyarakat yang turut ambil bagian dalam proses rekapitulasi. Tentunya pengawas pemilu harus bekerja secara maksimal agar dapat mengatisipasi kecurangan.

“Peserta pemilu harus bersaing secara kompetitif. Saling mengawasi satu sama lain. Mengawasi penghitungan, pergerakan kotak suara, dan rekapitulasi. Mereka kan sudah belajar dari pemilu sebelumnya,” ungkapnya.

Penyelenggara pemilu, dalam hal ini KPU harus memiliki control internal. KPU harus tegas dan tidak boleh main-main untuk mengawasi jajaran di bawahnya. Kemudian peranan media juga dinilai efektif dalam pengawasan pemilu.

“Intensif memberitakan soal pemilu jujur, upaya pemungutan dan rekap berjalan dengan benar. Ini akan menjadi efek jera dari peserta pemilu karena mereka tidak akan mau diberitakan secara buruk,” katanya.
(hyk)
Berita Terkait
Aliansi Mahasiswa Laporkan...
Aliansi Mahasiswa Laporkan Pengaduan dalam Pelanggaran Pemilu
3 Hal yang Dilarang...
3 Hal yang Dilarang di Masa Tenang Pemilu, Berikut Sanksinya
Ketidaknetralan Bukti...
Ketidaknetralan Bukti Ketidakmampuan dan Takut Kalah Pilpres 2024
Bawaslu Susun Rancangan...
Bawaslu Susun Rancangan Peraturan Investigasi Pelanggaran Pemilu
Begini Alur Laporan...
Begini Alur Laporan Terkait Dugaan Pelanggaran Pemilu
Tekan Pelanggaran, Bawaslu...
Tekan Pelanggaran, Bawaslu Luncurkan Indeks Kerawanan Pemilu
Berita Terkini
Tersangka Kasus Ijazah...
Tersangka Kasus Ijazah Jokowi Desak Polisi Buat Kepastian Hukum
Pengacara Roy Suryo:...
Pengacara Roy Suryo: Polisi dan Jaksa Ragu-ragu di Kasus Ijazah Jokowi
Kecam Ketimpangan Layanan...
Kecam Ketimpangan Layanan Dialisis, KPCDI Desak Pemerintah Benahi Sistem
Pengacara Jokowi: Ada...
Pengacara Jokowi: Ada Dugaan Manipulasi Bukti Elektronik dalam Kasus Ijazah Jokowi
PKS Sebut Sinergi Pemerintah,...
PKS Sebut Sinergi Pemerintah, Dunia Usaha, hingga Masyarakat Kunci Jaga Stabilitas
GenIUS Expo 2026 Dorong...
GenIUS Expo 2026 Dorong Siswa Kembangkan Potensi Diri melalui Karya dan Inovasi
Infografis
Kebakaran Makin Dahsyat...
Kebakaran Makin Dahsyat di Israel, 7 Pemukiman Dievakuasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved