PPP sebut banyak parpol kehilangan akal sehat
Senin, 31 Maret 2014 - 10:44 WIB
PPP sebut banyak parpol kehilangan akal sehat
A
A
A
Sindonews.com - Menjelang pemilihan umum (pemilu), Partai Persatuan Pembangunan (PPP) terus menyoroti perkembangan politik nasional, termasuk perilaku elite partai.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) PPP Romahurmuziy mengatakan, politik saat ini cenderung tidak mengedepankan ide dan gagasan, tapi hanya pada survei, yang seolah-olah menjadi pemandu satu-satunya arah politik nasional.
“Disayangkan banyak partai politik (parpol) maupun tokoh-tokohnya telah kehilangan akal sehat, kareha seharusnya parpol dan tokoh-tokohnya menjunjung tinggi ide dan nilai," kata Romy sapaan Romahurmuziy saat dihubungi wartawan, Senin (31/3/2014).
Ketua Komisi IV DPR mengatakan, elite partai politik telah tergiring hanya mencari kemenangan. Romy menilai, gagasan sangat penting, tidak hanya popularitas.
”Dalam politik itu seharusnya yang dikejar adalah bagaimana parpol mampu menjewantahkan keyakinan yang dimiliki, saat ini hilang karena ideologi partai diarahkan hanya oleh lembaga survei untuk menang,” imbuhnya.
Romy mengimbau tokoh politik nasional, untuk kembali kejati diri dan ideologi partai. Parpol seharusnya mengusung calon presiden yang mempunyai gagasan dan integritas, serta pengalaman yang cukup.
”Kalau hanya capres survei, saya yakin tidak akan mampu mencapai tujuan itu, karena survei itu tidak memasukkan unsur kemampuan,” tandasnya.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) PPP Romahurmuziy mengatakan, politik saat ini cenderung tidak mengedepankan ide dan gagasan, tapi hanya pada survei, yang seolah-olah menjadi pemandu satu-satunya arah politik nasional.
“Disayangkan banyak partai politik (parpol) maupun tokoh-tokohnya telah kehilangan akal sehat, kareha seharusnya parpol dan tokoh-tokohnya menjunjung tinggi ide dan nilai," kata Romy sapaan Romahurmuziy saat dihubungi wartawan, Senin (31/3/2014).
Ketua Komisi IV DPR mengatakan, elite partai politik telah tergiring hanya mencari kemenangan. Romy menilai, gagasan sangat penting, tidak hanya popularitas.
”Dalam politik itu seharusnya yang dikejar adalah bagaimana parpol mampu menjewantahkan keyakinan yang dimiliki, saat ini hilang karena ideologi partai diarahkan hanya oleh lembaga survei untuk menang,” imbuhnya.
Romy mengimbau tokoh politik nasional, untuk kembali kejati diri dan ideologi partai. Parpol seharusnya mengusung calon presiden yang mempunyai gagasan dan integritas, serta pengalaman yang cukup.
”Kalau hanya capres survei, saya yakin tidak akan mampu mencapai tujuan itu, karena survei itu tidak memasukkan unsur kemampuan,” tandasnya.
(maf)