HT bantu satu keluarga yang tinggal di kandang kerbau
Sabtu, 29 Maret 2014 - 12:34 WIB
HT bantu satu keluarga yang tinggal di kandang kerbau
A
A
A
Sindonews.com - CEO MNC Group Hary Tanoesoedibjo (HT) membantu satu keluarga di Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, yang bertahun-tahun tinggal di kandang kerbau.
Pemberian bantuan berupa dana itu diwakili oleh Komisaris PT MNC Finance Wina Armada yang datang didampingi Ketua DPC Partai Hanura Kabupaten Sukabumi, Ade Surachman, Jumat 28 Maret 2014.
"Uang ini merupakan amanat dari Pak HT untuk membantu pembangunan rumah yang lebih layak lagi bagi keluarga Badri yang selama ini tinggal di kandang kerbau," ungkap Wina.
Badri, 65, beserta isteri dan empat anaknya tinggal di dalam bangunan kandang kerbau milik majikanya yang terletak di Kampung Bobojong RT 04/03 Desa Balekambang Kecamatan Nagrak Kabupaten Sukabumi.
Mereka harus hidup di dalam kandang berdampingan dengan dua ekor kerbau yang hanya di pisahkan oleh bilik. "Saya terpaksa harus membawa isteri dan anak tinggal di dalam kandang. Mungkin ini nasib kami karena tidak memiliki rumah," ujar Badri.
Sejak pemberitaan ini mencuat di media, pemerintah daerah menggagas untuk membangunkan sebuah rumah yang masih berada di sekitar kandang kerbau. Saat ini rumah tersebut dalam proses pembangunan,"Diharapkan dengan adanya dana bantuan dari Pak HT, pembangunan rumah bisa segera rampung," kata Ketua RT setempat, Yuyun.
Pemberian bantuan berupa dana itu diwakili oleh Komisaris PT MNC Finance Wina Armada yang datang didampingi Ketua DPC Partai Hanura Kabupaten Sukabumi, Ade Surachman, Jumat 28 Maret 2014.
"Uang ini merupakan amanat dari Pak HT untuk membantu pembangunan rumah yang lebih layak lagi bagi keluarga Badri yang selama ini tinggal di kandang kerbau," ungkap Wina.
Badri, 65, beserta isteri dan empat anaknya tinggal di dalam bangunan kandang kerbau milik majikanya yang terletak di Kampung Bobojong RT 04/03 Desa Balekambang Kecamatan Nagrak Kabupaten Sukabumi.
Mereka harus hidup di dalam kandang berdampingan dengan dua ekor kerbau yang hanya di pisahkan oleh bilik. "Saya terpaksa harus membawa isteri dan anak tinggal di dalam kandang. Mungkin ini nasib kami karena tidak memiliki rumah," ujar Badri.
Sejak pemberitaan ini mencuat di media, pemerintah daerah menggagas untuk membangunkan sebuah rumah yang masih berada di sekitar kandang kerbau. Saat ini rumah tersebut dalam proses pembangunan,"Diharapkan dengan adanya dana bantuan dari Pak HT, pembangunan rumah bisa segera rampung," kata Ketua RT setempat, Yuyun.
(dam)