Dukung pencapresan SDA, Rektor UIN didemo mahasiswanya

Jum'at, 28 Maret 2014 - 22:43 WIB
Dukung pencapresan SDA,...
Dukung pencapresan SDA, Rektor UIN didemo mahasiswanya
A A A
Sindonews.com - Ratusan mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati (SGD) yang tergabung dalam Himpunan Aksi Mahasiswa Sunan Gunung Djati (HAMAS) menggelar aksi unjuk rasa di kampus mereka. Aksi tersebut dipicu dari ketidakpuasan para mahasiswa terhadap rektor mereka, Dedi Ismatullah.

Kasus terakhir, yang dinilai memicu ketidakpuasan mahasiswa adalah pernyataan Dedi Ismatullah yang menyatakan bahwa UIN Bandung mendukung pencapresan Suryadharma Ali (SDA) pada Pemilu 2014 mendatang. Pernyataan tersebut disampaikan Dedi saat peresmian 11 gedung baru pada tanggal 26 Maret lalu.

“Hal itu sudah mencederai idealisme serta independensi kampus UIN sebagai lembaga yang fokus dalam wilayah akademik dan pembinaan mahasiswa untuk kritis dan independen serta memiliki kualitas yang berdaya saing tinggi,” kata Koordinator Aksi Faiz Zawahir, di Jalan AH Nasution, Bandung, Jum’at (28/3/2014)

Ditegaskan dia, pernyataan rektor tersebut juga dinilai tidak etis, mengingat yang bersangkutan merupakan pimpinan sebuah lembaga tinggi akademik. Sebagai konsekuensi dari pernyataannya, jelas Faiz, Rektor UIN SGD harus dipecat secara tidak hormat.

“Jika kita melihat PP Nomor 5 Tahun 1999 yang kemudian diperbarui dengan PP Nomor 12 Tahun 1999, bahwa lembaga negara dan PNS haruslah bersikap independen. Barang siapa yang melanggar, bisa diberhentikan secara tidak hormat,” tegas dia.

Selain itu, berdasarkan hasil survei yang dilakukan HAMAS menunjukkan angka ketidakpuasan terhadap kepemimpinan Dedi sebanyak 85 persen. Adapun yang sangat puas, berada di angka 13 persen. “Dua persen tidak menjawab,” papar dia.

Atas fakta-fakta tersebut, massa menuntut agar Rektor UIN SGD masa bakti 2011-2015 tersebut mundur dari jabatannya. Selain itu, massa juga menuntut agar Dedi menyampaikan permintaan maafnya kepada segenap civitas akademik UIN SGD. Sekaligus mencabut pernyataannya yang menyebutkan dukungan kepada SDA.

“Jika dalam 1x24 jam tuntutan kami tidak dituruti, maka kami akan melakukan aksi dengan massa yang lebih besar. Dengan tegas menyatakan bahwa Prof Dr H Dedi Ismatullah tidak pantas menjadi seorang pemimpin,” tegas dia.

Sementara itu, dalam aksi yang dimulai sekira pukul 10.00 WIB tersebut, juga diwarnai dengan aksi teatrikal. Massa juga sempat melakukan long march di lingkungan kampus dengan membawa sejumlah poster berisi tuntutan kepada rektor mereka.
(kri)
Berita Terkait
Jadwal dan Panggung...
Jadwal dan Panggung Debat Capres dan Cawapres 2024
Digelar 5 Kali, Berikut...
Digelar 5 Kali, Berikut Jadwal Debat Capres dan Cawapres 2024
Haedar Nashir: Debat...
Haedar Nashir: Debat Capres-Cawapres Jangan seperti Cerdas Cermat
Soal Debat Capres-Cawapres,...
Soal Debat Capres-Cawapres, Wapres: Capres Sendiri, Cawapres Sendiri
Debat Capres-Cawapres...
Debat Capres-Cawapres dan Capaian RPJMN Kesehatan
MK Tolak Gugatan Batas...
MK Tolak Gugatan Batas Usia Capres-Cawapres 35 Tahun
Berita Terkini
Pakar Hukum Sebut Kasus...
Pakar Hukum Sebut Kasus Roy Suryo Tidak Memenuhi Syarat Deponering
Kapolri Lantik Kakorlantas...
Kapolri Lantik Kakorlantas Baru dan 6 Kapolda, Ini Daftarnya
Kemlu: Dubes RI untuk...
Kemlu: Dubes RI untuk Iran Hadiri Pemakaman Ali Khamenei
Bambang Saputra: Musyawarah...
Bambang Saputra: Musyawarah Harus Jadi Dasar Pembentukan UU
KPK: Kenaikan Gaji Kepala...
KPK: Kenaikan Gaji Kepala Daerah Tak Menjamin Bakal Bebas Korupsi
Pengembalian Amplop...
Pengembalian Amplop Raja Juli Tak Hapus Unsur Pidana, KPK Terus Dalami Kasus HPT
Infografis
Amerika Serikat Tuduh...
Amerika Serikat Tuduh Satelit China Dukung Houthi Yaman
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved