Anas minta KPK telusuri dana kampanye capres 2009
Jum'at, 28 Maret 2014 - 16:18 WIB
Anas minta KPK telusuri dana kampanye capres 2009
A
A
A
Sindonews.com - Mantan Ketua Umum Partai Demokrat mengatakan akan menyerahkan data audit independen dana kampanye calon presiden(capres) pada Pemilihan Presiden (Pilpres) tahun 2009 kepada penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
"Oh hasil audit, saya terima sepuluh bulan lalu," kata Anas di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Jumat (28/3/2014).
Anas mengaku sudah mempelajari hasil audit itu. Menurut dia, isinya banyak kejanggalan sehingga KPK patut ditelusuri. Mantan Ketua Fraksi Demokrat di DPR itu mengatakan ada daftar nama penyumbang baik dari korporasi dan perseorangan tapi sesungguhnya tidak menyumbang, ada juga menyumbang tapi namanya tidak ada.
"Kalau ada sumber dana lain terkait dana kampanye pilpres ini itu yang saya sebut layak diselidiki oleh KPK bukan tugas saya dong termasuk kaitan dengan Bank Century atau tidak, itu tugas KPK untuk menyelidiki," kata dia.
Anas membantah melakukan kampanye hitam (black campign) kepada Demokrat meskipun selama ini kerap menyindir internal partai yang pernah dipimpinnya. Anas mengatakan justru mendoakan rekan-rekan di Demokrat.
"Saya tidak menyinggung Partai Demokrat dan tidak ada hubungan denga Demokrat, justru saya mendoakan teman-teman saya di Demokrat yang sekarang jadi caleg sukses semua, teman-teman yang tiidak di Demokrat saya doakan untuk sukses," ujar Anas.
Sebelumnya, Anas menyerahkan data terkait pendanaan pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2009 silam ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Namun Anas tidak menjelaskan secara gamblang, seperti apa laporan tersebut termasuk dana capres yang dimaksudnya.
"Saya menyampaikan informasi dan data awal yang perlu didalami dan diselidiki lebih jauh oleh KPK," kata Anas, Jumat 21 Maret lalu.
Anas menjelaskan, data yang diserahkan kepada penyidik hasil audit akuntan independen tentang penerimaan dan pengeluaran dana kampanye Pilpres tahun 2009. "Apakah itu perseorangan atau korporasi yang jumlah totalnya Rp232 miliar. Itu ada sebagian data penyumbang perseorangan dan korporasi yang sesungguhnya tidak menyumbang atau hanya digunakan namanya ," tutur Anas.
Berita:
Anas serahkan data dana Pilpres 2009
"Oh hasil audit, saya terima sepuluh bulan lalu," kata Anas di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Jumat (28/3/2014).
Anas mengaku sudah mempelajari hasil audit itu. Menurut dia, isinya banyak kejanggalan sehingga KPK patut ditelusuri. Mantan Ketua Fraksi Demokrat di DPR itu mengatakan ada daftar nama penyumbang baik dari korporasi dan perseorangan tapi sesungguhnya tidak menyumbang, ada juga menyumbang tapi namanya tidak ada.
"Kalau ada sumber dana lain terkait dana kampanye pilpres ini itu yang saya sebut layak diselidiki oleh KPK bukan tugas saya dong termasuk kaitan dengan Bank Century atau tidak, itu tugas KPK untuk menyelidiki," kata dia.
Anas membantah melakukan kampanye hitam (black campign) kepada Demokrat meskipun selama ini kerap menyindir internal partai yang pernah dipimpinnya. Anas mengatakan justru mendoakan rekan-rekan di Demokrat.
"Saya tidak menyinggung Partai Demokrat dan tidak ada hubungan denga Demokrat, justru saya mendoakan teman-teman saya di Demokrat yang sekarang jadi caleg sukses semua, teman-teman yang tiidak di Demokrat saya doakan untuk sukses," ujar Anas.
Sebelumnya, Anas menyerahkan data terkait pendanaan pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2009 silam ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Namun Anas tidak menjelaskan secara gamblang, seperti apa laporan tersebut termasuk dana capres yang dimaksudnya.
"Saya menyampaikan informasi dan data awal yang perlu didalami dan diselidiki lebih jauh oleh KPK," kata Anas, Jumat 21 Maret lalu.
Anas menjelaskan, data yang diserahkan kepada penyidik hasil audit akuntan independen tentang penerimaan dan pengeluaran dana kampanye Pilpres tahun 2009. "Apakah itu perseorangan atau korporasi yang jumlah totalnya Rp232 miliar. Itu ada sebagian data penyumbang perseorangan dan korporasi yang sesungguhnya tidak menyumbang atau hanya digunakan namanya ," tutur Anas.
Berita:
Anas serahkan data dana Pilpres 2009
(dam)