Kaum buruh akan bentuk parpol?
Selasa, 25 Maret 2014 - 17:15 WIB
Kaum buruh akan bentuk parpol?
A
A
A
Sindonews.com - Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengatakan, pihaknya tidak menutup kemungkinan untuk membentuk partai politik (parpol). Hal itu dilakukan, agar perjuangan dan nasib kaum buruh bisa ditingkatkan dan lebih sejahtera.
Yang pasti, kata dia, kaum buruh harus mulai menyadari, bahwa perjuangan tidak cukup hanya di ranah perundingan bipartit dan aksi parlemen jalan.
“Ada tiga strategi yang dibangun, pertama kita menyerahkan konsep kita ke partai politik yang ada," kata Said Iqbal dalam Seminar PPHI 'Posisi Buruh Dalam Menghadapi Pemilu 2014', FISIP UI Depok, Selasa (25/3/2014).
"Kedua menempatkan kader buruh ke partai politik yang mau berkorelasi dengan konsep kami. Ketiga membentuk parpol sendiri ketika sudah siap,” imbuhnya.
Belajar dari kegagalan sebelumnya, maka kaum buruh harus melakukan evaluasi. Ia mengatakan, dengan belajar dari kegagalan sebelumnya, peluang partai dari kalangan pekerja akan lebih besar untuk mencuat dalam Pemilu.
“Kegagalan Mochtar Pakpahan atau PRD dan partai lain (berbasis buruh) karena mereka tidak lahir dari kebutuhan buruh, tapi lahir dari kebutuhan pemimpinnya untuk mendirikan partai,” ucap Iqbal.
Dia menegaskan, akan memberikan dukungan pada salah satu calon presiden. Namun pihaknya belum mau menjelaskan secara gamblang kemana dukungan itu diberikan.
Iqbal menyebutkan, akan melakukan deklarasi dukungan mereka dalam pilpres pada 1 mei mendatang, bertepatan dengan peringatan mayday. “Untuk pencapresan tunggu Mayday,” tutupnya.
Yang pasti, kata dia, kaum buruh harus mulai menyadari, bahwa perjuangan tidak cukup hanya di ranah perundingan bipartit dan aksi parlemen jalan.
“Ada tiga strategi yang dibangun, pertama kita menyerahkan konsep kita ke partai politik yang ada," kata Said Iqbal dalam Seminar PPHI 'Posisi Buruh Dalam Menghadapi Pemilu 2014', FISIP UI Depok, Selasa (25/3/2014).
"Kedua menempatkan kader buruh ke partai politik yang mau berkorelasi dengan konsep kami. Ketiga membentuk parpol sendiri ketika sudah siap,” imbuhnya.
Belajar dari kegagalan sebelumnya, maka kaum buruh harus melakukan evaluasi. Ia mengatakan, dengan belajar dari kegagalan sebelumnya, peluang partai dari kalangan pekerja akan lebih besar untuk mencuat dalam Pemilu.
“Kegagalan Mochtar Pakpahan atau PRD dan partai lain (berbasis buruh) karena mereka tidak lahir dari kebutuhan buruh, tapi lahir dari kebutuhan pemimpinnya untuk mendirikan partai,” ucap Iqbal.
Dia menegaskan, akan memberikan dukungan pada salah satu calon presiden. Namun pihaknya belum mau menjelaskan secara gamblang kemana dukungan itu diberikan.
Iqbal menyebutkan, akan melakukan deklarasi dukungan mereka dalam pilpres pada 1 mei mendatang, bertepatan dengan peringatan mayday. “Untuk pencapresan tunggu Mayday,” tutupnya.
(maf)