Wiranto : Caleg harus komit perangi korupsi
Senin, 24 Maret 2014 - 23:29 WIB
Wiranto : Caleg harus komit perangi korupsi
A
A
A
Sindonews.com - Ketua Umum Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) H Wiranto, mewanti-wanti kepada seluruh calon anggota legislatif mulai dari tingkat kabupaten sampai pusat, agar tetap komitmen dalam memerangi praktik korupsi.
Hal ini ditegaskan Wiranto saat menjadi juru kampanye (jurkam) di Lapangan Segitiga Emas, Kayuagung, Kabupaten OKI, (24/3/2014) dalam Kampanye Nasional Partai Hanura.
Dalam orasi politiknya, Wiranto menegaskan bahwa berdasarkan hasil survei saat ini Partai Hanura termasuk partai yang bersih dari korupsi.
Sehingga hal itu harus tetap dijaga terutama oleh seluruh caleg dari Hanura jika nanti mendapat kepercayaan dari masyarakat di parlemen.
”Jangan hianati kepercayaan masyarakat terhadap Hanura, kita layani masyarakat dengan hati nurani,” kata Wiranto di hadapan ribuan simpatisan dan caleg Hanura.
Menurut Wiranto, praktik korupsi di Indonesia saat ini sudah sangat menyakitkan rakyat, karena sekitar 30% dari APBN setiap tahunnya menguap dan diduga dikorupsi oleh para penguasa di pemerintah pusat.
“Korupsi sudah merajalela. Uang negara dari APBN dan APBD sekitar 30% setiap tahun menguap entah kemana. Jika uang yang menguap itu dimanfaatkan dengan baik, maka infrastruktur jalan akan baik dan mulus,”kata Wiranto yang berpasangan dengan Hary Tanoesoedibjo ini dalam Pilpres 2014 mendatang.
Mantan Panglima TNI ini menegaskan, bila tidak terjadi praktik korupsi di negeri ini tentu pembangunan yang diprogramkan pemerintah akan terlaksana dengan baik.
Sehingga mimpi seluruh rakyat Indonesia terhadap keadilan dan kemakmuran akan terwujud.
Bagaimana kriteria pemimpin yang harus dipilih pada Pemilu 9 April mendatang, Wiranto menyarankan simpatisan dan seluruh rakyat Indonesia agar memilih pemimpin yang bersikap dan mampu menyejahterakan rakyatnya, bukan untuk memperkaya diri sendiri dan golongan.
Dipaparkannya, pemimpin yang berbuat keadilan meskipun sekali saja, pahalanya yang diraup pemimpin itu akan lebih besar dibandingkan ibadah umat selama 60 tahun.
Pemimpin yang adilnya tentunya yang berhati nurani, jika tidak berhati nurani tidak akan melihat penderitaan rakyat.
Seluruh kader Hanura, kata Wiranto, telah ditempa batin dan mentalnya agar tidak mudah tergiur dengan iming-iming dan imbalan sesuatu.
Hal ini akan terus ditegaskan bagi seluruh calon anggota legislatif yang diusung oleh partai politik bernomor urut 10 ini.
“Rakyat butuh pemimpin yang bersih, peduli dan tegas. Bersih dari aparat yang bermasalah, peduli dengan masyarakat dan tegas dalam mengambil keputusan,” tandasnya.
Sementara Ketua DPC Partai Hanura Kabupaten OKI, Juni Alpansuri yakin Partai Hanura di Sumsel, khususnya di Bumi Bende Seguguk paling disenangi dan melekat di hati masyarakat.
Karena itu mereka mentargetkan 7 kursi DPRD di Kabupaten OKI dalam pemilu tahun ini. “Sambutan masyarakat kita cukup bagus, caleg juga berkualitas, kami yakin target 7 kursi di DPRD OKI tercapai” tandasnya.
Hal ini ditegaskan Wiranto saat menjadi juru kampanye (jurkam) di Lapangan Segitiga Emas, Kayuagung, Kabupaten OKI, (24/3/2014) dalam Kampanye Nasional Partai Hanura.
Dalam orasi politiknya, Wiranto menegaskan bahwa berdasarkan hasil survei saat ini Partai Hanura termasuk partai yang bersih dari korupsi.
Sehingga hal itu harus tetap dijaga terutama oleh seluruh caleg dari Hanura jika nanti mendapat kepercayaan dari masyarakat di parlemen.
”Jangan hianati kepercayaan masyarakat terhadap Hanura, kita layani masyarakat dengan hati nurani,” kata Wiranto di hadapan ribuan simpatisan dan caleg Hanura.
Menurut Wiranto, praktik korupsi di Indonesia saat ini sudah sangat menyakitkan rakyat, karena sekitar 30% dari APBN setiap tahunnya menguap dan diduga dikorupsi oleh para penguasa di pemerintah pusat.
“Korupsi sudah merajalela. Uang negara dari APBN dan APBD sekitar 30% setiap tahun menguap entah kemana. Jika uang yang menguap itu dimanfaatkan dengan baik, maka infrastruktur jalan akan baik dan mulus,”kata Wiranto yang berpasangan dengan Hary Tanoesoedibjo ini dalam Pilpres 2014 mendatang.
Mantan Panglima TNI ini menegaskan, bila tidak terjadi praktik korupsi di negeri ini tentu pembangunan yang diprogramkan pemerintah akan terlaksana dengan baik.
Sehingga mimpi seluruh rakyat Indonesia terhadap keadilan dan kemakmuran akan terwujud.
Bagaimana kriteria pemimpin yang harus dipilih pada Pemilu 9 April mendatang, Wiranto menyarankan simpatisan dan seluruh rakyat Indonesia agar memilih pemimpin yang bersikap dan mampu menyejahterakan rakyatnya, bukan untuk memperkaya diri sendiri dan golongan.
Dipaparkannya, pemimpin yang berbuat keadilan meskipun sekali saja, pahalanya yang diraup pemimpin itu akan lebih besar dibandingkan ibadah umat selama 60 tahun.
Pemimpin yang adilnya tentunya yang berhati nurani, jika tidak berhati nurani tidak akan melihat penderitaan rakyat.
Seluruh kader Hanura, kata Wiranto, telah ditempa batin dan mentalnya agar tidak mudah tergiur dengan iming-iming dan imbalan sesuatu.
Hal ini akan terus ditegaskan bagi seluruh calon anggota legislatif yang diusung oleh partai politik bernomor urut 10 ini.
“Rakyat butuh pemimpin yang bersih, peduli dan tegas. Bersih dari aparat yang bermasalah, peduli dengan masyarakat dan tegas dalam mengambil keputusan,” tandasnya.
Sementara Ketua DPC Partai Hanura Kabupaten OKI, Juni Alpansuri yakin Partai Hanura di Sumsel, khususnya di Bumi Bende Seguguk paling disenangi dan melekat di hati masyarakat.
Karena itu mereka mentargetkan 7 kursi DPRD di Kabupaten OKI dalam pemilu tahun ini. “Sambutan masyarakat kita cukup bagus, caleg juga berkualitas, kami yakin target 7 kursi di DPRD OKI tercapai” tandasnya.
(sms)