Waketum PPP kaget SDA muncul di kampanye Gerindra
Senin, 24 Maret 2014 - 17:35 WIB
Waketum PPP kaget SDA muncul di kampanye Gerindra
A
A
A
Sindonews.com - Kehadiran Ketua Umum DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dalam kampanye Partai Gerindra di Stadion Gelora Bung Karno pada Minggu 23 Maret 2014 ternyata juga mengujutkan pengurus PPP dari tingkat pusat sampai daerah.
Kehadiran SDA dinilai merupakan keputusan pribadi, bukan PPP. "Apa yang dilakukan Ketua Umum (SDA), ini ijtihad pribadi. Belum ada keputusan politik," ujar Wakil Ketua Umum DPP PPP Suharso Monoarfa saat dihubungi wartawan, Senin (24/3/2014).
Suharso mengaku terkejut dengan kehadiran SDA di kampanye Gerindra. Dia mengakui dalam rapat terakhir partai, PPP akan berkomunikasi politik dengan parpol lain tapi tidak menyebut Gerindra. "Memang ini bukan hanya mengejutkan saya, tetapi kepada semua DPW, DPC (PPP) seluruh Indonesia terutama dari koordinator wilayah timur," tuturnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, SDA hadir di kampanye Gerindra bersama sejumlah pengurus PPP. Di hadapan massa Gerindra, SDA menyampaikan tentang persoalan bangsa. "Kita memang tertinggal, bukan berarti kita tak bisa maju. Kalau tidak sama Prabowo, kalau bukan sekarang, kapan lagi. Kalau bukan Prabowo, siapa lagi," ungkap SDA saat itu.
Kehadiran SDA dinilai merupakan keputusan pribadi, bukan PPP. "Apa yang dilakukan Ketua Umum (SDA), ini ijtihad pribadi. Belum ada keputusan politik," ujar Wakil Ketua Umum DPP PPP Suharso Monoarfa saat dihubungi wartawan, Senin (24/3/2014).
Suharso mengaku terkejut dengan kehadiran SDA di kampanye Gerindra. Dia mengakui dalam rapat terakhir partai, PPP akan berkomunikasi politik dengan parpol lain tapi tidak menyebut Gerindra. "Memang ini bukan hanya mengejutkan saya, tetapi kepada semua DPW, DPC (PPP) seluruh Indonesia terutama dari koordinator wilayah timur," tuturnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, SDA hadir di kampanye Gerindra bersama sejumlah pengurus PPP. Di hadapan massa Gerindra, SDA menyampaikan tentang persoalan bangsa. "Kita memang tertinggal, bukan berarti kita tak bisa maju. Kalau tidak sama Prabowo, kalau bukan sekarang, kapan lagi. Kalau bukan Prabowo, siapa lagi," ungkap SDA saat itu.
(dam)